Rabu, 14 Desember 2011

Konsep Manajemen Keperawatan

MAKALAH KONSEP DASAR MANAJEMEN KEPERAWATAN
DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MODUL MANAJEMEN KEPERAWATAN
Dosen pengampu :Andriyani Mustika, S.kep.Ns
Logo%20STEKES%20KENDAL
Di susun oleh:
Kelompok 2
                         1.        SILVIAN HENDRA FENDIANTOKO                        (SK.109.169)
2.        SITI CHAERIYAH                                                       (SK.109.170)
3.        SRI NURHAYATI                                                        (SK.109.182)
4.        SUCI DEWI RAHAYU                                                 (SK.109.183)
5.        TRI WULAN                                                                 (SK.109.195)
6.        TRI YULIONO                                                            (SK.109.196)
7.        WIRDA RO’IKHATUT TAMAMAH                          (SK.109.208)
8.        YUWIENDA TYAR ASMARANI                               (SK.109.215)
9.        ZULFA ISTATI MAHARDANI                                   (SK.109.221)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL
2011

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya yang dilimpahkan kepada kami sehingga kami dapat melaksanakan tugas membuat makalah ini walaupun sangat sederhana.
Tujuan membuat makalah ini guna melengkapi salah satu tugas mata kuliah Modul  Manajemen Keperawatan. Disamping itu juga menambah pengetahuan tentang manajemen keperawatan.
Dalam kesempatan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada :
  1. Tuhan YME.
  2. Ibu Andriyani Mustika, S.Kep.,Ns. dan Tim selaku koordinator dosen pengampu mata kuliah Manajemen Keperawatan.
  3. Serta teman-teman yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.

Kami percaya bahwa dalam menyusun makalah ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan. Maka dari itu kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca semua.

Kendal, 14 Desember 2011

Penyusun




BAB I
PENDAHULUAN
A.       LATAR BELAKANG
Manajemen didefinisikan sebagai proses menyelesaikan pekerjaan melallui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi dalam suatu lingkungan yang berubah. Manajemen juga merupakan proses pengumpulan dan mengorganisasi sumber-sumber dalam  mencapai tujuan (melalui kerja orang lain) yang mencerminkan dinamika suatu organisasi. Tujuan ditetapkan berdasarkan misi, filosofi dan tujuan organisasi. Proses manajemen meliputi kegiatan mencapai tujuan organisasi melalui perencanaan organisasi, pengarahan dan pengendalian sumber daya manusia, fisik dan teknologi. Semua perawat yang terlibat dalam manajemen keperawatan dianggap perlu memahami misi, filosofi dan tujuan pelayanan keperawatan serta kerangka konsep kerjanya.
Manajemen keperawatan mempunyhai lingkup manajemen operasional untuk merencanakan, mengatur dan menggerakan karyawan dalam memberikan pelayanan keperawatan sebaik-baiknya pada pasien melalui manajemen asuhan keperawatan. Agar dapat memberikan pelayanan keperawatan sebaik-baiknya pada pasien, diperlukan suatu standar yang akan digunakan baik sebagai target maupun alat pengontrol pelayanan tersebut. Kemajuan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, telah memperluas peran dan fungsi keperawatan.
Selain itu, telah terjadi pula perubahan mendasar pada manajemen keperawatan dan penggunaan sumber daya yang represif menuju kependayagunaan sumber daya yang bersifat proaktif. Pelaksanaa manajemen sumberdaya proaktiflebih ditekankan pada tejaminnya aktivitas kolaborasi dan keterbukaan dalam setiap kegiatan untuk mencapai tujuan.
B.       TUJUAN PENULISAN
1.      Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami definisi manajemen keperawatan
2. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami manajemen keperawatan dalam proses keperawatan
3.      Mahaiswa mampu mengetahui dan memahami prinsip – prinsip manajemen keperawatan
4.      Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami ruang lingkup manajemen keperawatan
5.      Mahasiswa mampu menganalisis perkembangan manajemen keperawatan di masa datang.



 
BAB II
PEMBAHASAN
MANAJEMEN KEPERAWATAN

A.    MANAJEMEN
            Manajemen adalah suatu proses melakukan kegiatan atau usaha untuk mencapai Tujuan organisasi melalui kerjasama dengan orang lain. (Hersey dan Blanchard)
Manajemen adalah suatu proses merancang dan memelihara suatu lingkungan dimana   ditetapkan dengan seefisien mungkin. (H.Weihrich dan H.Koontz).
Secara garis besar konsep manajemen terbagi menjadi beberapa pengertian diantaranya sebagai berikut :
a.       Konsep kualitas
Dalam konsep ini organisasi mementingkan kualiatas yang mampu memasuki pasar , dan dengan demikian harus mementingkan kepuasan pelangggan.
b.      Konsep Manajement
Dalam konsep manajemen bukan hanya manajer melainkan semua personil bertugas malaksanakan manajemen menggunakan fakta dan manajemen dengan siklus PDCA (plan do check act).
c.       Konsep proses
Dalam konsep proses siapapun yang akan melakukan tindak lanjut rangkaian tindakan, harus dianggap pelanggan yang harus dipuaskan. Pengendalian proses juga lebih diutamakan agar kesalahan kualitas dapat dihindari.
d.      Konsep Standardisasi
Dalam konsep ini semua melaksanankan pekerjaan berpangkal pada standar, seperti standar prosedur, kualitas dan kompetensi.
e.       Konsep homan respect
Dalam konsep ini manusia sepenuhnya perlu dihormati untuk menumbuhkan motivasi.
f.         Konsep quality assurance
Dalam konsep ini keikutsertaan pegawai tercermin dari kegiatan dalam gugus kendali mutu ( quality circle)
g.      Konsep Manajemen Jepang
Secara garis besar konsep ini dapat digunakan untuk memilih karakteristik calon karyawan, melatih karyawan baru, mengenalkan organisasi, merotasi karyawan diberbagai unit, mengambil keputusan secara kolektif ( kelompok kerja ), dan memotifasi karyawan untuk mencapai hasil maksimal.
(Suarli dkk, hal :6)
B.     MANAJEMEN KEPERAWATAN
Manajemen keperawatan adalah proses pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui upaya staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman kepada pasien, keluarga dan masyarakat. (Gillies, 1989)
Manajemen keperawatan adalah suatu prosesn dalam menyelesaikan pekerjaan melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara rofesional. (dunia-askep.blogspot.com/konsep-manajemen-keperawatan.html)
            Manajemen pada proses keperawatan mencakup menejemen pada berbagai tahap dalam keperawatan, yaitu :
1.      Pengkajian yaitu langkah awal dalam proses keperawatan yang mengharuskan perawat setepat mungkin mendata pengalaman masa lalu pasien, pengetahuan yang dimiliki, perasaan, dan harapan kesehatan dimasa datang.
2.      Diagnosis merupakan tahap pengambilan keputusan professional dengan menganalisis data yang telah dikumpulkan. Keputusan yang diambil dapat berupa rumusan diagnosis keperawatan, yaitu respon biopsikososio spiritual terhadap masalah kesehatan actual maupun potensial.
3.      Perencanaan , perencanaan keperawatan merupakan dibuat setelah perawat mampu memformulasikan diagnosis keperawatan. Perawat memilih metode khusus dan memilih sekumpulan tindakan alternative untuk menolong pasien mempertahankan kesejahteraan yang optimal.
4.      Implementasi merupakan langkah berikutnya dalam proses keperawatan semua kegiatan yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien harus direncanakan untuk menunjang Tujuan pengobatan medis, dan memenuhi Tujuan rencana keperawatan. Implementasi rencana asuhan keperawatan berarti perawat mengarahkan, menolong, mengobservasi, dan mendidik semua personil keperawatan yang terlibat dalam asuhan pasien tersebut.
5.      Evaluasi adalah  pertimbangan sistematis dan standar dari Tujuan yang dipilih sebelumnya, dibandingkan dengan penerapan praktik yang actual dan tingkat asuhan yang diberikan. Evaluasi keefektifan asuhan yang diberikan hanya dapat dibuat jika Tujuan diidentifikasikan sebelumnya cukup realistis, dan dapat dicapai oleh perawat, pasien, dan keluarga.
Kelima langkah dalam proses keperawatan ini dilakukan terus menerus oleh perawat, melalui metode penugasan yang ditetapkan oleh para menejer keperawatan sebelumnya. Para menejer keperawatan (terutama menejer tingkat bawah) terlibat dalam proses menejerial yang melibatkan berbagai fungsi manajemen, dalam rangka mempengaruhi dan menggerakkan bawahan. Hal ini dilakukan agar mampu memberikan asuhan keperawatan yang memadai, dengan kode etik dan standar praktik keperawatan.
 (Suarli, hal: 116)
C. PRINSIP DASAR MANAJEMEN KEPERAWATAN
Manajemen keperawatan dapat dilaksanakan secara benar. Oleh Karena itu perlu diprhatikan beberapa prinsip dasar berikut:
a.       Manajemen keperawatan berlandaskan perencanaan, karena melalui fungsi perencanaan, pimpinan  dapat menurunkan resiko pengambilan keputusan, pemecahan masalah yang efektif dan terencana.
b.   Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang efektif. Manajer keperawatan yang menghargai waktu akan menyusun perencanaan yang terprogram dengan baik dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
c.       Manajemen keperawatan melibatkan pengambilan keputusan. Berbagai situasi maupun permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan kegiatan keperawatan memerlukan pengambilan keputusan di berbergai tingkat manajerial.
d.      Manajemen keperawatan harus terorganisasi. Pengorganisasian dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan.
e. Manajemen keperawatan menggunakan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif akan mengurangi kesalahpahaman dan memberikan persamaan pandangan, arah dan pengertian diantara pegawai.
f.  Pengendalian merupakan elemen manajemen keperawatan, meliputi penilaian tentang pelaksanaan rencana yang telah dibuat, pemberian instruksi dan menetapkan prinsip – prinsip melalui penetapan standar, membandingkan penampilan dengan standar dan memperbaiki kekurangan.
(Agus Kuntoro, hal :26)
D. RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEPERAWATAN
Mempertahankan kesehatan telah menjadi sebuah industri besar yang melibatkan berbagai aspek upaya kesehatan. Pelayanan kesehatan kemudian menjadi hak yang paling mendasar bagi semua orang dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai akan membutuhkan upaya perbaikan menyeluruh sistem yang ada. Pelayanan kesehatan yang memadai ditentukan sebagian besar oleh gambaran pelayanan keperawatan yang terdapat didalamnya.
Keperawatan merupakan disiplin praktek klinis. Manajer keperawatan yang efektif seyogyanya memahami hal ini   dan memfasilitasi pekerjaan perawat pelaksana. Kegiatan perawat pelaksana meliputi:
    a.       Menetapkan penggunakan proses keperawatan
    b.    Melaksanakan intervensi keperawatan berdasarkan diagnosa
    c.    Menerima akuntabilitas kegiatan keperawatan yang dilaksanakan oleh perawat
    d.    Menerima akuntabilitas untuk hasil – hasil keperawatan
    e.    Mengendalikan lingkungan praktek keperawatan
Seluruh pelaksanaan kegiatan ini senantiasa di inisiasi oleh para manajer keperawatan melalui partisipasi dalam proses manajemen keperawatan dengan melibatkan para perawat pelaksana. Berdasarkan gambaran diatas maka lingkup manajemen keperawatan terdiri dari:
a.    Manajemen operasional
Pelayanan keperawatan di rumah sakit dikelola oleh bidang keperawatan yang terdiri dari tiga tingkatan manajerial, yaitu:
1.    Manajemen puncak
2.    Manajemen menengah
3.    Manajemen bawah
Tidak setiap orang memiliki kedudukan dalam manajemen berhasil dalam kegiatannya. Ada beberapa faktor yang perlu dimiliki oleh orang – orang tersebut agar penatalaksanaannya berhasil. Faktor – faktor tersebut adalah
1.    Kemampuan menerapkan pengetahuan
2.    Ketrampilan kepemimpinan
3.    Kemampuan menjalankan peran sebagai pemimpin
4.    Kemampuan melaksanakan fungsi manajemen
b.    Manajemen asuhan keperawatan
Manajemen asuhan keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep – konsep manajemen didalamnya seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atau evaluasi.
(Agus Kuntoro, hal:4)

E.    KERANGKA KONSEP MANAJEMEN KEPERAWATAN
Kerangka konsep dasar manajemen keperawatan adalah manajemen partisipati yang berlandaskan pada paradigma keperawatan yang terdiri atas manusia, perawat/keperawatan, kesehatan, dan lingkungan.
Manusia, dalam manajemen partisipatif adalah individu, keluarga/masyarakat yang diberikan pelayanan keperawatan melalui pelaksanaan tugas keperawatan yang terorganisasi, terarah, terkoordinasi dan terintegrasi dalam rentang kendali yang ditetapkan. Perawat/keperawatan adalah tenaga keperawatan baik tingkat manajerial puncak, menengah, maupun bawah, dan para pelaksana keperawatan yang berada dalam rentang komunikasi untuk bekerja sama memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan standar praktek keperawatan
Aspek kesehatan merupakan kisaran hasil keperawatan yang berorientasi pada beberapa dimensi pelayanan terhadap individu, keluarga, dan msyarakat melalui upaya mencegah, mempertahankan, meingkatkan dan memulihkan. Aspek lingkungan merupakan area kewenangan dan tanggung jawab keperawatan baik selama pasien berada dalam institusi pelayanan maupun persiapan menjelang pulang.
(Agus Kuntoro, hal:29)

F.    KOMPONEN SISTEM
Manajemen keperawatn terdiri atas beberapa komponen yang tiap – tia omponen saling berinteraksi. Pada umumnya suatu sistem dicirikan oleh 5 elemen, yaitu :
1.    Input
Input dalam proses manajemen keperawatan antara lain berupa informasi, personil, peralatan dan fasilitas.
2.    Proses
Proses pada umumnya merupakan kelompok manajer dan tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai keperawatan pelaksana yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan. Proses merupakan kegiatan yang cukup pentinf dalam suatu sistem sehingga mempengaruhi hasil yang diharapkan suatu tatana organisasi.
3.    Output
Output atau keluaran yang umumnya dilihat dan hasil atau kualitas pemberian asuhan keperawatan dan pengembangan staf serta kegiatan penelitian untuk menindaklanjuti hasil/keluaran.
4.    Kontrol
Kontrol dalam proses manajemen keperawatan dapat dilakukan melalui penyusunan anggaran yang proposional, evaluasi penampilan kerja perawat, pembuatan prosedur yang sesuai standar dan akreditasi.
5.    Mekanisme umpan balik
Mekanisme umpan balik dapat dilakukan melalui laporan keuangan, audit keperawatan, dan survei kendali mutu, serta penampilan kerja perawat.
(Agus Kuntoro, hal:24)

G.    MANAJEMEN KEPERAWATAN DI MASA DATANG
Pola sistem pelayanan kesehatan yang terjadi sebelum tahun 1990 sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan perluasan teknologi yang bersifat kompetitif karena pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien bersifat kuratif dan orientasinya berdasarkan perkembangan penyakit.
Memasuki abad ke-21, sistem pelayanan kesehatan berorientasi pada aspek kesehatan karena pelayanan yang diberikan lebih bersifat multidimensi dengan mempertimbangkan keberadaan masyarakat melalui penggunaan teknik pelayanan kesehatan yang tinggi. Hal ini mempersiapkan sikap konsumerisme dan pengguna pelayanan kesehatan.
Peran keperawatan yang sempit, berorientasi pada penyakit dan ketergantungan yang tinggi pada tim kedokteran serta pelaksanaan tugas-tugas yang berasal dan pendelegasian akan berganti menjadi peran yang diterapkan secara fleksibel dan independen berdasarkan pada sehat sakit.
Fungsi keperawatan dilaksanakan secara langsung tetapi masih didominasi oleh profesi kedokteran dan berdasarkan pada kebijakan legislasi yang memungkinkan perawat melakukan asuhan keperawatan yang bersifat preventif, promosi dan rehabilisasi yang berdasarkan standar keperawatan melalui interaksi tim.
Dengan demikian, akan terjadi juga perubahan peran dan perawat kepala ruang yang terjadi berorientasi pada fungsi pengendalian, pengarahan, supervisi, dan pengambilan keputusan menjadi fungsi fasilitas, koordinasi, integrasi dan penunjang.
(Agus Kuntoro, hal:32)

H.    STRATEGI PELAKSANAAN MANAJEMEN KEPERAWATAN DI MASA DATANG
Mempertimbangkan perkembangan dan perubahan situasi yang berkaitan dengan kegiatan keperawatan dimasa mendatang, manajer keperawatan di ruangan akan berpotensi menghadapi permasalahan. Untuk mengurangi kendala dan permasalahan manajerial yang timbul sebagai akibat perubahan peran, fungsi, dan tanggung jawab manajer keperawatan diperlukan pendekatan yang tepat. Salah satu metode yang diharapkan mampu mengakomodasi permasalahan tersebut adalah dengan mengaplikasikan manajemen partisipatif.
(Agus Kuntoro, hal:34)


PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Manajemen keperawatan adalah proses pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui upaya staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman kepada pasien, keluarga dan masyarakat. (Gillies, 1989)
Manajemen pada proses keperawatan mencakup menejemen pada berbagai tahap dalam keperawatan, yaitu :
1.    Pengkajian.
2.    Diagnosis
3.    Perencanaan
4.    Implementasi
5.     Evaluasi
Manajemen keperawatan sangat berpengaruh dalam proses keperawatan, karena proses manajemen keperawatan dalam aplikasi di lapangan  berada sejajar dengan proses keperawatan sehingga keberadaan manajemen keperawatan dimaksudkan untuk mempermudah pelaksanaan proses keperawatan. Dengan manajemen yang baik otomatis playanan keperawatan dapat diberikan dengan baik juga.
B.    SARAN
Kita sebagai perawat hendaklah menerapkan atau mengaplikasikan manajemen keperawatan dengan efektif dalam setiap melakukan proses keperawatan, sehingga dalam memberikan pelayanan bisa dilakukan secara optimal.
Manajemen keperawatan dikatakan baik apabila dalam satu tim bisa berpatisipasi secara aktif.


DAFTAR PUSTAKA
1.    Agus Kontoro.2010. Buku Ajar Manajemen Keperawatan.Yogyakarta:Nuha Medika.
2.    Suarli dkk.2002.Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis.Jakarta:Erlangga.
3.    dunia-askep.blogspot.com/konsep-manajemen-keperawatan.html)
4.    McLeold, Raymond, DKK.2009.sistem informasi manajemen.Jakarta:Salemba Empat
5.    Yukl, Gary A.1998.Leader Ship in Organzations.Jakarta:Prenhallindo
6.    Dessler, Gary.1998.Human Resource Management.Jakarta:Prenhallindo

64 komentar:

  1. suswanti kelompok 5
    mau tanya :)

    menurut kelompok anda bagaimana menerapkan menejemen keperawatan yang baik,sementara saya masih sering melihat di RS belum bisa menerapkan menejemen itu dengan baik.apa yang akan anda lakukan sebagai calon penerus dengan masalah tersebut...??????????

    BalasHapus
  2. Siti chaeriyah& Tri wulan :
    ingin mencoba menjawab pertanyaan dari sdr.suswanti

    menurut kami kita lihat dulu dari kepala ruang tersebut serta struktur organisasinya berjalan lancar atau tidak, jika kepala ruang memberikan contoh yang baik kepada anggotanya maka manajemen itu akan barjalan dengan lancar, apabila dari masing-masing individu tersebut menerapkan kedisiplinan&kepemimpinan yang baik.
    yang akan kami lakukan misalnya kami jadi pemimpin itu kami akan menerapkan kedisiplinan dan kepemimpinan yang baik.
    begitu sdr.suswanti bagaimana apakah sudah puas dengan jawaban kami?

    BalasHapus
  3. dalam manajemen keperawatan di instalasi kesehatan khususnya di rumah sakit,,terdapat pemimpin dan tim dalam melaksanakan tugas.jika dalam tim tersebut terdapat suatu perselisihan antar anggota,,maka kinerja tidak akan maksimal ataupun mengalami hambatan.jika anda menjadi pemimpin,bagaimanakah strategi untuk menyelesaikan konflik perselisihan tersebut???


    zahra azzuhra
    sk.109.217
    kelompok IV

    BalasHapus
  4. suci dewi R (SK.109.183)
    a. Manajemen keperawatan seyogyanya berlandaskan perencanaan karena melalui fungsi perencanaan, pimpinan dapat menurunkan resiko pengambilan keputusan, pemecahan masalah yang efektif dan terencana.
    b. Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang efektif. menghargai waktu akan menyusun perencanaan yang terprogram dengan baik dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
    c. Manajemen keperawatan akan melibatkan pengambilan keputusan. Berbagai situasi maupun permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan kegiatan keperawatan memerlukan pengambilan keputusan
    d. Memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan pasien. dengan mempertimbangkan apa yang pasien lihat, fikir, yakini dan ingini. Kepuasan pasien merupakan poin utama dari seluruh tujuan keperawatan.
    e. Manajemen keperawatan harus terorganisir. Pengorganisasian dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan.
    f. Pengarahan merupakan elemen kegiatan manajemen keperawatan yang meliputi proses pendelegasian, supervisi, koordinasi dan pengendalian pelaksanaan rencana yang telah diorganisasikan.
    g. Divisi keperawatan yang baik memotivasi karyawan untuk memperlihatkan penampilan kerja yang baik.
    h. Manajemen keperawatan menggunakan komunikasin yang efektif. Komunikasi yang efektif akan mengurangi kesalahpahaman dan memberikan persamaan pandangan, arah dan pengertian
    i. Pengembangan staf penting untuk dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan karyawan.
    j. Pengendalian merupakan elemen manajemen keperawatan yang meliputi penilaian tentang pelaksanaan rencana yang telah dibuat, pemberian instruksi dan menetapkan prinsip – prinsip melalui penetapan standar, membandingkan penampilan dengan standar dan memperbaiki kekurangan.

    BalasHapus
  5. kelompok 3
    wiwi susanti sk 109.209
    assalamulaikum saya mau bertanya pada kelompok 2

    apakah harus ada prinsip-prinsip yang khusus untuk seorang pemimpin agar menjadi pemimpin yang efektif,kalau memang ada prinsip-prinsip yang seperti apa yang perlu dipegang oleh seorang pemimpin??dan bagaimana seorang pemimpin memberikakan motivasi kepada perawat yang kinerjanya kurang baik???
    trimakasih....

    BalasHapus
  6. sucii dewii R
    ohh y tadii penambahan jawaban dri pertanyaan mb suswantii...thx
    pertanyaan dri mb zahra dri sumber yg sya baca di(Warta Warga, MANAJEMEN KONFLIK)08-12-09
    cara mengatasi konflik
    •Menghindar
    Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri.
    •Mengakomodasi
    Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.
    •Kompromi atau Negosiasi
    Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
    Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
    • Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.
    • Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.
    •Rujuk: suatu usaha pendekatan dan hasrat untuk kerja-sama dan menjalani hubungan yang lebih baik, demi kepentingan bersama.
    •Tawar-menawar: Suatu penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak, dengan saling mempertukarkan konsesi yang dapat diterima.
    •Penarikan diri:Suatu penyelesaian masalah, yaitu salah satu atau kedua pihak menarik diri dari hubungan. Cara ini efektif apabila dalam tugas kedua pihak tidak perlu berinteraksi dan tidak efektif apabila tugas saling bergantung satu sama lain.
    • Intervensi (campur tangan) pihak ketiga: Apabila fihak yang bersengketa tidak bersedia berunding atau usaha kedua pihak menemui jalan buntu, maka pihak ketiga dapat dilibatkan dalam penyelesaian konflik.
    •Arbitrase (arbitration): Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang mencari pemecahan mengikat. Cara ini mungkin tidak menguntungkan kedua pihak secara sama, tetapi dianggap lebih baik daripada terjadi muncul perilaku saling agresi atau tindakan destruktif.
    •Penengahan (mediation): Menggunakan mediator yang diundang untuk menengahi sengketa. Mediator dapat membantu mengumpulkan fakta, menjalin komunikasi yang terputus, menjernihkan dan memperjelas masalah serta mela-pangkan jalan untuk pemecahan masalah secara terpadu.
    •Konsultasi: Tujuannya untuk memperbaiki hubungan antar kedua pihak serta mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan konflik

    thx

    BalasHapus
  7. suci dewi R (SK.109.183)
    pertanyaan drii wiwik susantii
    Ada beberapa kepemimpinan yang efektif antara lain
    menurut : a. Ruth M. Trapper (1989 ), membagi menjadi 6 komponen :
    1) Menentukan tujuan yang jelas, cocok, dan bermakna bagi kelompok. Memilih pengetahuan dan ketrampilan kepemimpinan dan dalam bidang profesinya.
    2) Memiliki kesadaran diri dan menggunakannya untuk memahami kebutuhan sendiri serta kebutuhan orang lain.
    3) Berkomunikasi dengan jelas dan efektif. 4) Mengerahkan energi yang cukup untuk kegiatan kepemimpinan
    5) Mengambil tindakan
    menurut c. Bennis ( Lancaster dan Lancaster, 1982 )
    Mengidentifikasi empat kemampuan penting bagi seorang pemimpin, yaitu :
    1) Mempunyai pengetahuan yang luas dan kompleks tentang sistem manusia (hubungan antar manusia)
    2) Menerapkan pengetahuan tentang pengembangan dan pembinaan bawahan.
    3) Mempunyai kemampuan hubungan antar manusia, terutama dalam mempengaruhi orang lain.
    4) Mempunyai sekelompok nilai dan kemampuan yang memungkinkan seseorang mengenal orang lain dengan baik

    BalasHapus
  8. ulya alifa SK.109.199 bertanya>>> menurut kelompok anda,seorang leader yang baik itu kriterianya seperti apa??

    BalasHapus
  9. siti chaeriyah(sk.109.170)


    menurut saya leader yang baik harus mampu memimpin,mengarahkan,dan memberi cotoh, serta mampu meyakinkan,anggotanya.
    terimakasih untuk pertanyaanya

    BalasHapus
  10. Wirda Ro'ikhatut Tamamah
    sk.109.208

    Saya mau menanggapi pertanyaan dari saudari ulya:
    Sebagai seorang leader yang baik,dia harus mulai dari dirinya sendiri,seperti contohnya dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab,ketika seorang pemimpin memberikan suatu aturan/tata tertib kepda anggotanya dia juga harus mampu menjalankan peraturan yang telah dibuat tidak hanya memerintah anggotanya untuk melaksanakan peraturan tersebut.
    selain itu seorang leader juga harus mampu memimpin anggotanya dan memberikan motivasi terhadap anggotanya agar anggotanya dapat bekerja sama dengan baik untuk memberikan pelayanan yang baik.

    BalasHapus
  11. perkenalkan nama saya zamsiah martiasih(SK.109.220)
    PERTANYAAN:
    menurut anda jiwa pemimpin yg hrs d miliki seorang pemimpin yg baeik itu seperti apa?
    TERIMAKASIH.........

    BalasHapus
  12. zulfa istati mahardani(sk.109.221)
    saya ingin menjawab pertanyaan dari mbak suswanti. keberhasilan dari manajemen keperawatan itu tergantung dari kerjasama antar anggotanya, juga kesadaran dari masing-masing anggotanya. kita sebagai penerus dalam manajemen keperawatan harus belajar dari sekarang dalam hal kedisiplinan dan juga kerjasama dengan tim kesehatan lain. guna menciptakan manajemen keperawatan yang baik.sehingga mencapai hasil yang optimal.

    BalasHapus
  13. zulfa istati mahardani (sk.109.221)
    saya ingin menjawab pertanyaan dari mbak ulya alifa. seorang leader yang baik itu harus mempunyai disiplin dan juga tanggung jawab, karena keberhasilan dari manajemen keperawatan juga tergantung dari leadernya dan juga kerjasama dengan angootanya.

    BalasHapus
  14. Yuwienda Tyar Asmaranai
    SK.109.215

    Saya akan menanggapi pertanyaan dari saudari suswanti:
    Sebagai seorang penerus,kita perlu membenahi sistem manajemen di RS yang kurang efektif, dengan cara mendedikasikan diri kita secara menyeluruh terhadap tanggung jawab dan tugas yang telah dibebankan terhadap kita.Selain itu kita juga perlu menjaga kerja sama tim yang solid,agar segala hal yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan dapat terlaksana dengan optimal dan sesuai standar yang diberlakukan.Intinya masing-masing individu perlu memiliki kesadaran yang tinggi terhadap tanggung jawabnya masing-masing.
    Trima kasih atas pertanyaannya...

    BalasHapus
  15. Tri wulan (sk.109.195)
    ingin menjawab pertanyaan dari sdr.azam
    trimakasih pertanyaan dari sdr. azam pertanyaan yang sangat bagus sekali,, :)

    menurut buku manajemen keperawatan yang saya baca bab: 3, hal: 21.
    1. memiliki kepemimpinan karismatik yang tidak dapat diukur secara kuantitas.
    2. memiliki kecerdasan, kepandaian, dan pengetahuaan mengenai pekerjaan yang ditangani.
    3. sejak kecil sudah tampak berbakat sebagai pemimpin.
    4. memiliki sifat-sifat adil, cerdas, baik, realistis, dan lainnya.
    5. memiliki keyakinan untuk berhasil.
    6. selalu tertantang untuk menyelesaikan pekerjaan.
    7. mengetahui tugasnya
    8. pandai mengawasi dan menganalisis.
    9. sanggup mendelegasikan wewenang.
    10. menetapkan standar yang cukup tinggi.

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Wirda Ro'ikhatut Tamamah
    Sk.109.208

    Saya akan menanggapi pertanyaannya mb Zamziah,terimakasih atas pertanyaannya...
    jiwa yang harus dimiliki seorang pemimpin yang baik adalah DEMOKRATIS, seorang pemimpin tidak boleh egois hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri, dia punya tanggung jawab untuk mengurus kepentingan anggotanya demi terwujudnya proses manajemen keperawatan yang baik untuk mencapai tujuan bersama yaitu memberikan pelayanan secara optimal.

    BalasHapus
  18. siti chaeriyah(sk.109.170)
    saya akan menambahkan jawaban dari mb wulan,

    1 mempunyai prestasi tinggi
    2 dapat menepatkan dan meraih tujuan,ambisi,dan sasaran
    3 mengakui kelemahan dan kekuatan diri sendiri dan orang laen.
    4 dapat menemukan dan menggunakan sumberdaya secara tepat
    5 dapat mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan
    6 belajar dan pengalaman langsung
    7 memahami penggunaan kekuasaan.

    BalasHapus
  19. sri bidayati (sk 109.180)
    kelompok 1

    dari yang kita ketahui bahwa ada beberapa dari fungsi management diantaranya adalah perencana.
    yang saya tanyakan bagaimanakah menyusun langkah-langkah dalam perencanaan, serta bagaimana mengatasi hambatan-hambatan dalam melaksanakan perencanaan tersebut?
    terima kasih.

    BalasHapus
  20. Q zaenal arifin, mau bertanya tentang jawaban saudari siti chariyah. anda menjelasakan sebagai pemimpin yang baik salah satunya mempunyai prestasi yang tinggi . tolong jelaskan tentang prestasi yang tinggi dan berikan contohya prestasi yang tinggi tersebut ???
    trimakasaih

    BalasHapus
  21. Zulfa Istati Mahardani (SK.109.221)
    saya akan menanggapi pertanyaan dari mbak sri bidayati. menurut buku Manajemen Keperawatan A.A. Gde Muninjaya, fungsi dari manajemen antara lain: fungsi perencenaan, fungsifungsi pengorganisasian, fungsi penggerakan dan pelaksana (aktuasi).
    proses untuk menyusun sebuah perencanaan:
    1. analisis situasi
    2. mengidentifikasi masalah dan prioritasnya
    3. menentukan tujuan program
    4. mengkaji hambatan dan kelemahan program
    5. menyusun rencana kerja operasional
    cara mengatasi hambatannya yaitu dengan cara menganalisis hambatan, kemudian setelah semua hambatan dianalisis, tetapkan langkah-langkah sebagai berikut:
    1. susun daftar semua hambatan
    2. pilih hambatan dan kendala yang dapat dihilangkan
    kaji kembali tujuan operasional
    3. kaji kembali tujuan operasional kegiatan yang sudah disusun
    ^_^

    BalasHapus
  22. siti mutmainah (sk.109 174)
    mau tanya nih?....
    apa perbedaan manajemen dengan kepemimpinan jelaskan!!!!........

    trima kasih....

    BalasHapus
  23. TRI HESTI OKTAVIANI
    SK 109.193
    tolong jelaskan dan beri contoh dari
    1. Manajemen puncak
    2. Manajemen menengah
    3. Manajemen bawah
    terimaah kasih

    BalasHapus
  24. Tri wulan (sk.109.195),,
    ingin menanggapi pertanyaan dari sdr. siti mutmainah.

    perbedaan kepemimpinan dan manajemen,,
    Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
    sedangkan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi yang di tetapkan.

    jadi yang dapat saya simpulkan dari jawaban di atas manajemen yaitu proses kegiatan dengan melalui orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu serta dilaksanakan berurutan berjalan ke arah suatu tujuan tertentu, sedangkan kepemimpinan semua orang berhak dan dapat menjadi pemimpin dengan atau tanpa adanya suatu pengorganisasian.
    trims,, :),,

    BalasHapus
  25. Sri nurhayati (sk.109.182)
    ingin menambahkan jawaban dari mba tri wulan,,

    Kepemimpinan dapat dikonsepsualisasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok setiap peserta didalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.
    dan manajemen adalah suatu proses dan kegiatan pelaksana usaha memimpin dan mewujudkan arah penyelenggaan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan.
    thankss,, :)

    BalasHapus
  26. Wirda Ro'ikhatut Tamamah
    sk.109.208

    saya akan menanggapi pertanyaan Mas Zaenal Arifin,
    prestasi tinggi, dimana prestasi tinggi disini bukan hanya dilihat dari orang tersebut memperoleh banyak penghargaan, nilai yang bagus, pintar, dan lain sebagainya, disini juga dilihat bagaimana loyalitas, kreatifitas, dan didikasi yang tinggi, serta dari berbagai pengalaman - pengalaman yang dia peroleh (asam,asin,manisnya dalam menjalani profesinya selama ini)sehingga bisa menerapkannya dalam memimpin berjalannya proses manajemen dengan baik.
    seperti itu maz Ari,bagaimana bisa diterima?

    BalasHapus
  27. Yuwienda Tyar .A

    Terima ksaih sebelumnya untuk teman2 yang sudah memberikan pertanyaan pada kelompok kami...:)

    Saya akan mnjwab pertanyaan dari saudari hesti:
    1. Manajemen Lini (Manajemen bawah) : atau manajemen tingkat pertama yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain.
    Contohnya : Kepala ruang di Rumah Sakit.
    2. Manajemen menengah ( Midle Manager ) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi.
    Contohnya : Kepala bidang keperawatan di Rumah Sakit.
    3. Manajemen Puncak ( Top Manajer ) terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.
    Contohnya : manajer pada sebuah Rumah Sakit.

    BalasHapus
  28. Tri yuliono (sk.109.196)
    ingin sedikit menambahkan jawaban dari mbak zulfa,,

    Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan..
    dan cara mengatasi hambatan tersebut,,
    apabila di dalam organisasi timbul adanya konflik maka kita upayakan memecahkan konflik tersebut dengan secara kekeluargaan supaya organisasi tersebut dapat berjalan dengan lancar,,
    trimakasihh,,

    BalasHapus
  29. Yuwienda Tyar .A
    109.215

    Saya sekedar ingin menambahkan jawaban dari saudari wirda atas pertanyaan dari saudara ari:
    Prestasi yang tinggi dapat pula dilihat dalam berbagai aspek di antaranya,respon klien terhadap pelayanan yang telah mereka terima selama mereka dirawat di ruangan tersebut,rasa hormat dan segan dari para anggotanya,loyalitas yang tinggi terhadap tugasnya,dan selalu aktif ikut serta dalam berbagai kegiatan guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

    BalasHapus
  30. yahhh akku gag kebagian jwbn, pertanyaan uddh dijawab semua!!!!
    ngeksis ajja dehhh....
    hahahahahahhaaaaaaaa

    BalasHapus
  31. GW SIGIT PALGUNANTO R (SK109168) MW nanny k kel 2,,menurut literatur yang saya baca GAYA KEPEMIMPINAN tu da GAYA KEPEMIMPINAN DIKTATOR,AUTOKRATIS,DEMOKRATIS DAN SANTAI,,,menurut kel anda gaya kepemimpinan yang baik dan sesuai untuk manejemen keperawatan tu yang mana dan jelaskan alasanya,,,,,ATURNUHUN...

    BalasHapus
  32. SAYA YUNI CHANIA (109213) MW bertanya,,,ok
    BAGAIMANA CARA PENANGANAN MANAJEMAN YANG OPRASIONALNYA KURANG MAKSIMAL,,,MATURTANKYU,,,

    BalasHapus
  33. saya TRI HESTI (109193)
    mw nanya menurut keompok anda bagaimana teknik-teknik dalam manejemen konflik???

    BalasHapus
  34. SK.109.194
    TRI WIJAYANTI mau tanya nich.........
    bagaimana cara anda sebagai seorang perawat memanajemen diri anda sendiri..?

    BalasHapus
  35. asslm....

    Siti Mutmainah (sk.109 174)
    mau tanya nih!....
    bagaimana menurut kelompok anda jika melihat seorang manajer keperawatan yang tidak tanggung jawab dengan pekerjaannya dan hanya menyuruh-nyuruh bawahanya saja,tolong jelaskan..

    trimmm...
    wasslm...

    BalasHapus
  36. hendra (109.169) : sigit menurut saya gaya kepemimpinan yang baik adalah gaya kepemimpinan yang dapat mengontrol berbagai gaya kepemimpinan sesuai situasi dan kondisiny. jadi kolaborasi dari berbagai gaya kepemjimpinan

    BalasHapus
  37. hendra (109.169) : pertanyaan yang bagus,kita memenejemen waktu dan memperioritaskan pekerjaan dan jangan menunda-nunda pekarjaan. membut suatu perencanaan, memperioritaskan masalah yang harus diselesaikan,

    BalasHapus
  38. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  39. sri nurhayati

    saya akan menjawab pertanyaan tri hesti
    manajemen konflik, Menurut Nardjana (1994) akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu.

    BalasHapus
  40. hendra (109.196): pertanyaan sitimut mainah, jikalau pemimpin seperti itu sikap kita sebagai anak buah adalah sabar, kemudian melakukan pendekatan terapeutik, dan diskusikan tentang permasalaahn yang ada dalam organisasi.

    BalasHapus
  41. saya SURYADI (sk.109.187)

    di dlm komponen prinsip dasar keperawatan terdapat komponen tentang pengorganisasian yang tepat. yg saya tanyakan apabila didalam suatu sistem organisasi, pengoganisasiannya belum jelas?? bagaimana solusinya.

    trims

    BalasHapus
  42. siti chaeriyah (sk.109.170) ingin menanggapi pertanyaan dari mb katri terima kasih pertanyaan sangat bagus sekali :),,

    manajemen diri sendiri itu yang pertama melatih diri kita,profesional dalam melakukan tugas,tepat waktu dalam segala hal , kompeten dalam melakukan tindakan...........

    BalasHapus
  43. Tri wulan (sk.109.195),,
    saya ingin menanggapi pertanyaan dari sdra. suryadi,, trimakasih atas pertanyaanya :),,

    yang pertama yang harus kita lakukan yaitu kita mencoba menanyakan kepada kabid keperawatan terlebih dahulu,, setelah itu dari kabid keperawatan akan menanggapi dari permasalahan mengenai sistem pengorganisasian tersebut, setelah kabid menindaklanjuti dari permasalahan tadi,langkah selanjutnya yang akan kita lakukan yaitu kita berdiskusi dengan kepala ruangan, kepala tim, dan anggota,, kita bicarakan secara musyawarah agar manajemen tersebut dapat berjalan dengan baik,,

    seperti itu sdra. suryadi,, bagaimana?

    BalasHapus
  44. Zulfa Istati Mahardani (SK.109.221)
    saya akan menjawab pertanyaan dari mas Sigit, dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut tidak dapat dikatakan mana yang paling baik untuk dilakukan oleh seorang pimpinan atau manager,dan mana yang terjelek untuk ditinggalkan oleh pimpinan atau manager tersebut. implementasi gaya kepemimpinan lebih didasarkan pada situasi dan kondisi serta kemampuan dari seluruh anggota yang ada dalam organisasi (Agus Kuntoro,Manajemen Keperawatan)

    BalasHapus
  45. saya wiwik fitriyaningsih sk 109.210

    manejemen keperawatan di RS sudah dibuat dg baik namun masih ada sebagian oknum yang mengabaikan peraturan tersebut. bagaimana cara mengatasinya???

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  47. Zulfa Istati Mahardani (SK.109.221)
    saya akan menanggapi pertanyaan dari mbak Tri Wijayanti. sebagai seorang calon perawat saya memanajemen saya sendiri dengan cara menerima kritik dan juga saran dari orang lain, kemudian introspeksi diri, berbenah diri untuk menjadi lebih baik, kemudian meningkatkan kedisiplinan yang nantinya dapat diterapkan dalam manajemen keperawatan di rumah sakit

    BalasHapus
  48. Siti chaeriyah (sk.109.170),,
    ingin menambahkan jawaban dr hendra ,pertanyaan dari sdri. siti mutmainah, trimakasih atas pertanyaanya.

    menurut literatur yang saya baca,, yang dimaksud oleh sdri. mutmainah ,, ituw masuk dari gaya kepemimpinan oleh laizes faire yang meliputi kepemimpinan membiarkan artinya pemimpin itu melepaskan tanggung jawabnya.
    jadi kesimpulannya,, yang harus kita lakukan apabila kita menemukan seorang pemimpin/manajer seperti ituw kita harus mencoba menegur pemimpin kita,, serta membicarakan dengan cara kekeluargaan, serta kita sebagai calon perawat bisa menerapkan komunikasi terapeutik yang telah kita dapat di institusi.

    BalasHapus
  49. Wirda Ro'ikhatut Tamamah
    sk.109.208

    saya akan menanggapi pertanyaan dari wiwik fitri, cara mengatasinya pertama kita cari tau,kita tanya penyebabnya kenapa si orang tersebut seperti itu,tidak mau mmengikuti manajemen yang telah dibuat, apakah dia tidak suka dengan sistem manajemennya, atau ada masalah interen lainya sehingga dia mengabaikan manajemen yang ada, setelah kita tahu penyebab permasalahannya baru kita tindaklanjuti, kalau memang alasan orang tersebut masuk akal dan itu bisa membuat manajemen menjadi lebih baik, nanti bisa kita bicarakan lagi bersama untuk memperbaruhi, tetapi jika alasan orang itu tidak rasional, nanti kita bisa beri pengertian, masukan, motivasi, dan lain sebagainya yang bisa membuat orang itu sadar dan mau untuk mengikuti manajemen yang ada.

    kurang lebihnya seperti itu...

    BalasHapus
  50. saya yosi adhi setiawan ingin bertanya...'
    seorang pemim pin jika mengalami titik jenuh dalam menghadapi kepemimpinannya itu cenderung malas dan tdk mau tau masalah apa saja yang akan terjadi untuk itu sebaiknya jika kita seorang pemimpin itu bagai mana untuk menindak lanjutinya.????

    BalasHapus
  51. suci dewi (SK.109.183)
    mau menjawab pertanyaan yosii...
    maksud pertanyaannya gimana ea??? mungkin mksud yosi sprti ini ea, bagaimana cara menindak lanjuti pemimpin yang malas dan tidak mau tau masalah yg trjdii??
    dalam gaya kepemimpinan kan ada Laizes faire yang artinya seorang pemimpin melepaskan tanggung jawabnya, nah cara kita menghadapi seorang pemimpin yang seperti itu kita tidak usah takut walaupun kita sebagai bawahannya kita bisa memberinya teguran secara halus, atau dngn cara komunikasi yang efektif mungkin bsa memberinya perubahan pada sikapnya.

    BalasHapus
  52. saya tri hesti oktaviani sk 109.193 ingin bertanya
    bagaimana pendapat kelompok anda jika menemui kepala ruangan yang dengan mudahnya mengijinkan para anggotanya untuk ijin tidak masukkah, atau ijin keluarkah atau barang kali dalam melakukan pelayanan keperawatan tidak sesuai prosedur, apa yang harus anda lakukan, makasih..

    BalasHapus
  53. saya yuni cania 109.213 akan bertanya, berapa tahun seorang kepala itu menjabat, dan bagaimana cara pemilihannya,, terima kasih..

    BalasHapus
  54. saya SUYADI (sk.109.187)

    mau bertanya,bagaimana mnurut klompok anda bila seorang pemimpin jarang masuk karna adanya banyaknya acara, dan bagaimana seorang anggota menjalankan tugas tanpa kehadiran leader.. ...
    makasih

    BalasHapus
  55. SRI NURHAYATI sk.109.182

    mw mnjawab p'tnyaan mz suryadi,,, kalau menurut saya, bila saya menjadi salah satu anggota tsb, saya akan tetap menjalankan tugaz yang memang menjadi tanggung jawab saya walaupun tanpa kehadiran seorang leader.....

    BalasHapus
  56. saya Sri Mujiyanti(sk.109.181)

    menurut klmpok anda,faktor apa saja yang mempengarui kinerja menejemen keperawatan ?

    BalasHapus
  57. tika meliana (109189)
    saya mau bertanya kriteria appa yang dibutuhkan untuk menjadi leadership yang baik menurut kelompok anda?!!

    BalasHapus
  58. Zulfa Istati Mahardani (SK.109.221)
    Saya akan menanggapi pertanyaan dari mbak tika meliana. menurut saya kriteria untuk menjadi leader yang baik itu harus memiliki tanggung jawab, harus memiliki kemampuan persepsi introspektif, mampu berkomunikasi dengan baik, dan juga mampu memberikan motivasi kepada anggotanya ^_^

    BalasHapus
  59. silvian hendra (sk.109.169)

    pertanyaan sri mujinti :

    yang mempengaruhi kinerja menejemen keperawatan, menurt saya.
    SDM atau perawat itu sendiri, kemudian klien sbg sumber informasi & pengumpulan data, peralatan, fasilitas yang menunjang keperawatan.

    langkah-langkah Keperawatannyayg mempengaruhi menejemen keperawatan.
    1. Pengkajian.
    2. Diagnosis
    3. Perencanaan
    4 Implementasi
    5. Evalua

    BalasHapus
  60. Yuwienda Tyar Asmarani (sk.109.215)

    Saya akan menjawab pertanyaan dari mbak hesti :
    Kalau menurut saya,seharusnya sebagai kepala ruang perlu memberikan bimbingan,perhatian dan kepekaan terhadap setiap anggotanya. Jadi tidak masalah kalau memberikan ijin selama itu memang tidak menyalahi aturan atau tata tertib yang berlaku.Kalau untuk kepala ruang yang menyalahi prosedur dalam melakukan tindakan keperawatan,sebaiknya kita tegur dengan cara yang baik, karena pada hakekatnya tidak ada manusia yang sempurna, siapapun wajib saling mengingatkan.
    tRima kasih Mbak Hesti ats prtanyaannya..:)

    BalasHapus
  61. SITI CHOLIFAH
    SK.109.171

    mau bertanya
    bagaimana menurut anda menjadi pemimpin yang konsisten??????

    BalasHapus
  62. Sugeng Widodo, Sk.109.185
    Pertanyaan: Model kepemimpinan yg sepeti apakah yg paling tepat diterapkan dalm manajemen keperawatan,padahal setiap individu itu bebeda respon pada tiap model kepemimpinan.
    Terima Kasih.

    BalasHapus
  63. zaenal fatkurohman sk.109216
    pertanyaan: apakah sistem otoriter sangat baik dan bagus untuk diterapkan dalam sistem kepemimpinan.
    terima kasih

    BalasHapus
  64. wirda Ro'ikhatut Tamamah
    sk.109.208

    saya akan menanggapi pertanyaan mb Cholifah pemimpin yang konsisten itu pemimpin yang bisa memegang komitmennya, menepati dan membuktikan janjinya.
    terimakasih ...

    BalasHapus