MAKALAH KONSEP
DASAR LEADERSHIP
DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MODUL
MANAJEMEN KEPERAWATAN
I
Dosen pengampu :Andriyani
Mustika,
S.kep.Ns

Di susun oleh:
Kelompok
2
1.
SILVIAN HENDRA FENDIANTOKO (SK.109.169)
2.
SITI CHAERIYAH (SK.109.170)
3.
SRI NURHAYATI (SK.109.182)
4.
SUCI DEWI RAHAYU (SK.109.183)
5.
TRI WULAN (SK.109.195)
6.
TRI YULIONO (SK.109.196)
7.
WIRDA RO’IKHATUT TAMAMAH (SK.109.208)
8.
YUWIENDA TYAR ASMARANI (SK.109.215)
9.
ZULFA ISTATI MAHARDANI (SK.109.221)
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KENDAL
2011
KATA
PENGANTAR
Dengan
mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya yang
dilimpahkan kepada kami sehingga kami dapat melaksanakan tugas membuat makalah
ini walaupun sangat sederhana.
Tujuan
membuat makalah ini guna melengkapi salah satu tugas mata kuliah Modul Manajemen Keperawatan.
Disamping itu juga menambah pengetahuan tentang manajemen keperawatan.
Dalam
kesempatan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada :
- Tuhan YME.
- Ibu Andriyani Mustika, S.Kep.,Ns. dan Tim selaku koordinator dosen pengampu mata kuliah Manajemen Keperawatan.
- Serta teman-teman yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.
Kami percaya bahwa dalam menyusun makalah ini masih
banyak kekurangan dan kekeliruan. Maka dari itu kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca
semua.
Kendal, 16 Desember
2011
Penyusun
BAB
I
LATAR
BELAKANG
A.
PENDAHULUAN
Manajer
adalah seorang yang mempunyai wewenang untuk memerintah orang lain. Seorang
manajer dalam menjalankan pekerjaan dan tanggung jawabnya menggunakan bantuan
orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, ia
perlu memimpin pegawai, karyawan, pekerja, atau apapun sebutannya. Tidak setiap
orang yang ditunjuk sebagai pemimpin bisa menjalankan pekerjaan dengan baik.
Selain itu, tidak setiap pemimpin dapat menjadi pemimpin yang baik.
Kepemimpinan pada dasarnya bersifat subjektif, dalam arti
sempit “tidak dapat diukur secara objektif”, dan dalam arti yang sangat luas “
tidak didapat dari atau diajarkan disekolah”. Kepemimpinan adalah kemauan
memberi inspirasi kepada orang lain untuk bekerja sama sebagai suatu kelompok
agar dapat mencapai tujuan umum. Kemampuan memimpin diperoleh dari pengalaman
hidup sehari – hari. Pengertian lain tentang kepemimpinan ialah segala hal yang
bersangkutan dengan pemimpin dalam menggerakkan, membimbing, dan mengarahkan
orang lain agar melaksanakan tugas dan mewujudkan sasaran yang ditetapkan.
(LAN
RI, 1996)
Banyak pendapat yang berbeda – beda, tentang apa yang
dimaksud dengan pemimpin yang baik. Demikian juga tentang apa yang menjadi
kewajiban setiap pemimpin. Namun demikian, dapat diambil arti persamaannya,
yaitu bahwa setiap pemimpin mempunyai kewajiban untuk mencapai tujuan
organisasi atau institusi dan memberi perhatian terhadap kebutuhan para
karyawan bawahannya.
(S.Suarli
hal 20)
A.
TUJUAN
PENULISAN
1. Mahasiswa mampu mengerti dan memahami konsep leadership/kepemimpinan
secara umum.
2. Mahasiswa mampu menegrti dan memahami konsep
leadership/kepemimpinan dalam proses manajemen keperawatan.
3. Mahasiswa mampu menganalisa gaya kepemimpinan yang
biak dalam proses manajemen keperawatan.
4. Mahasiswa mampu mengaplikasikan atau menerapkan gaya
kepemimpinan yang baik dalam proses manajemen keperawatan.
BAB
II
PEMBAHASAN
LEADERSHIP
(KEPEMIMPINAN)
A.
DEFINISI
Kepemimpinan adalah kemampuan memberi
inspirasi kepada orang lain untuk bekerja sama sebagai suatu kelompok, agar
dapat mencapai suatu tujuan umum.
(LAN RI, 1996)
Kepemimpinan adalah sebuah hubungan
ketika satu pihak memiliki kemampuan lebih besar untuk menunjukan dan
memepengaruhi orang lain.
(Gillies, 1994)
Kepemimpinan adalah
perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas – aktifitas suatu
kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal). (Hemhill & Coons, 1957)
Kepemimpinan adalah
pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam situasi tertentu, serta diarahkan
melalui proses komunikasi ke arah pencapaian satu atau beberapa tujuan
tertentu. (Tannenbaum, Weschler
&Massarik,1961)
B.
TEORI
KEPEMIMPINAN
1. Teori kepemimpinan sifat (Trait theory)
Analisis
imliah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu
sendiri. Teori sifat berkembang pertama di Yunani kuno dan di Romawi yang
bernggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan bukannya diciptakan.
Dalam
perkembangan, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir
piskologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya
tidak dilahirkan, akan tetapi juga dapat di capai melalui pendidikan dan
pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan
kepribadian.
2. teori
kepemimpinan perilaku dan situasi
Berdasarkan
penelitian perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memilki
kecenderungan kea rah 2 hal :
§ Konsiderasi yaitu kecenderungan pemimpin yang
menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh membela bawahan, member
masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
§ Struktur inisiasi yaitu kecenderungan seorang pemimpin
yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh bawahan mendapat instruksi dalam
pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan dan hasil apa yang akan
dicapai.
Jadi berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang
baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi
kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi juga. Kemudian juga timbul teori
kepemimpinan situasi dimana seorang pemimpin harus merupakan seorang
pendiagnosa yang baik dan harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik fan
harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan
bawahan.
3. Teori
kontingensi
Teori ini menyatakan bahwa tidak ada satu
system manajemen yang optimum, system tergantung pada tempat perubahan
lingkungannya. System ini disebut system organic (sebagai lawan system
mekanistik), pada system ini mempunyai beberapa cirri :
§ Substansinya adalah manusia bukan tugas
§ Kurang menekankan hirarki
§ Pengendalian diri sendiri, penyesuaian bersama
§ Struktur saling berhbungan, fleksibel dalam bentuk
kelompok
§ Kebersamaan dalam nilai, kepercayaan dan norma
4. Teori
behavioristik
Behaviorisme
merupakan salah aliran psikoloki ynag memandang individu hanya dari sisi
fenomena jasmania dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain
behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasan
individu dalam suatu belajar. Pendekatan ini menekankan bahwa manajemen yang
efektif bila ada pemahaman tentang pekerja lebih berorientasi pad manusia
sebagai pelaku.
5. Teori
humanistic
Teori ini menekankan pada prinsip kemanusiaan. Teor
humanistic biasanya dicirikan dengan adanya Susana saling menghargai dan adanya
kebebasan. Teori ini secara umum berpendapat, secara alamiah manusia merupakan
“motivated organism”. Orgnaisasi memiliki stuktur dan system control tertentu.
Fungsi kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk
merealisaskan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu
yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok.
(Blanchard & Zigarmi, 2001)
C.
KRITERIA
PEMIMPIN
Pemimpin yang berkualitas harus memenuhi kriteria sebagai
berikut :
- Mempunyai keinginan untuk menerima tanggung jawab
- Mempunyai kemampuan untuk perceptive insight atau persepsi introspektif
- Mempunyai kemampuan untuk menentukan priorotas
- Mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi
(S.Suarli, hal 23)
Menurut R.L.Khan mengemukaaan bahwa seorang
pemimpin menjalankan pekerjaannya dengan baik bila :
§ Memberikan
kepuasan kebutuhan langsung para bawahannya.
§ Menyusun
jalur pencapaian tujuan
§ Menghilangkan
hambatan – hambatan pencapaian tujuan
§ Mengubah
tujuan karyawan sehingga tujuan mereka bisa berguna secara organisatoris.
D.
PERAN
DAN FUNGSI PEMIMPIN
1.
PERAN
Kegiatan
kepemimpinan dalam keperawatan mencakup banyak hal. Kegiatan tersebut mencakup
cara mengarahkan, menunjukkan jalan, menyupervisi, mengawasi tindakan anak
buah, mengoordinasikan kegiatan yang sedang atau akan dilakukan, dan mempersatukan
usaha dan berbagai individu yang memiliki karakteristik yang berbeda (Gillies,1994). (Dengan demikian,
kegiatan kepemimpinan selalu bersinggungan dengan kegiatan dalam manajemen.
Brosten,
Hayman dan Naylor (1979)
menyebutkan bahwa kegiatan kepemimpinan paling sedikit mencakup 4 hal yang
terkait dengan kegiatan manajerial, yaitu perencanaan, pengorganisasian,
motivasi, dan pengendalian.
2.
FUNGSI
Menurut
Hadari Nawawi, secara operasional
dapat dibedakan 5 fungsi pokok kepemimpinan,yaitu:
§ Fungsi instruktif
Pemimpin
berfungsi sebagai komunikastor yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana
(cara menjalankan perintah), bila mana (waktu memulai, melaksanakan, dan
melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan
dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah
melaksanakan perintah.
§ Fungsi konsultatif
Pemimpin
dapat menggunakan fungsi konsultatif sebgai komunikasi dua arah. Hal tersebut
digunakan manakala pemimpin dalam usahan menetapkan keputusan yang memerlukan
bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang – orang yang dipimpinnya
§ Fungsi partisipatif
Dalam
menjalankanufngsi artisipatif pemimpin berusaha mengaktifkan ornag – orang yang
dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya.
Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi
dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas – tugas pokok, sesuai
dengan posisi masing – masing.
§ Fungsi delegasi
Dalam
menjalankan fungsi delegasi pemimpin memberikan pelimpahan wewenag membuat atau
menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan seorang
pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan
melaksanakannya secara bertanggung jawab.
§ Fungsi pengendalian
Fungsi
pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur
aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga
memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal.dalam melaksanakan fungsi
pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan,
koordinasi, dan pengawasan.
E.
WEWENANG
KEPEMIMPINAN
Agar seorang pemimpin bisa mencapai
tujuan secara efektif, ia harus mempunyai wewenang untuk memimpin para staf dalam usaha mencapai tujuan tersebut. Wewenang
ini disebut wewenang kepemimpinan, yaitu, hak untuk bertindak atau mempengaruhi
tibgkah laku orang yang dipimpinnya. Wewenang kepemimpinan didapat dari luar
diri pemimpin itu.
Secara umum, ada
dua konsep pemberian konsep kepemimpinan dilihat dari arahnya, yaitu dari atas
dan dari bawah. Wewenang dari atas umumnya berasal dari atasan, misalnya
seorang direktur rumah sakit menunjuk seorang perawat yang dinali mampu untuk
menjadi kepala bagian perawatan dan kemudian diberi wewenang untuk memerintah.
Cara demikian ini disebut “top-down
authority” , atau kewenangan dari atas ke bawah.
Konsep yang kedua
adalah “bottom-up authority”, atau
kewenangan dari bawah ke atas, yang berdasarkan teori penerimaan (receptance
theory). Pada konsep ini, pemimpin dipilih oleh mereka yang akan menjadi
bawannya. Apabila seseorang diterima sebagai pemimpin dan diberi wewenang untuk
memimpin, maka para bawahan akan menghargai wewenang tersebut. Pemimpin tersebut
bisa juga merupakan seorang wakil yang mewakili nilai – nilai yang mereka
anggap penting.
(S.Suarli,
hal 22)
F.
GAYA
KEPEMIMPINAN
- Otokratik: berorientasi pada tugas menggunakan jabatan dan kekuatan pribadinya untuk mencapai tujuan. Seorang pemimpin yang menggunakan gaya ini biasanya akan menentukan semua keputusan yang berkaitan dengan seluruh kegiatan dan memerintahkan seluruh anggotanya untuk mematuhi dan melaksanakannya.
- Demokratik : melibatkan kelompok dalam pengambilan keputusan dan memberikan tanggung jawab pada para karyawannya. Pemimipin dengan tipe ini akan menghargai karaktristik dan kemampuan yang ada pada kryawannya serta menggunakan kekuatan pribadi dan jabatangnya untuk menarik ide-ide para karyawanya.
- Laizes faire: kepemimpinan “membiarkan” artinya pemimpin melepaskan tanggung jawabnya meninggalkan karyawan tanpa arah, supervisi dan koordinasi yang jelas serta memmaksa karyawan untuk membuat perencanaan, mengimplementasikannya, dan menilainya menurut apa yang mereka rasakan tepat tanpa adanya suatu standar yang jelas. Dalam kondisi tertentu pemimpin hanya berfungsi sebagai fasilitator.
(Gillies, 1994
dan La Monica,1986)
Menurut William C.
Miller dalam buku Creative Edge
§ Memerintah
(tell) contohnya “berdasarkan keputusan saya, ini adalah apa yang saya ingin
anda lakukan”
§ Membujuk
(sell) contohnya “Berdasarkan keputusan, saya ingin anda lakukuakan, karena
.........”
§ Berkonsultasi
(consul). Contohnya” Sebelum saya membuat kepyutusan saya menginginkan masukan
dari anda.”
§ Meminta
Partisipasi ( partisipative) contoh “ Kita perlu membuat suatu ke potudan
bersama.”
§ Memdelegasikan
(delegate) contoh “ Anda saja yang membuat keputusaan”
G.
MODEL
KEPEMIMPINAN
Terdapat tiga model kepemimpinan yaitu
model Ohio State, kepemimpina situasional, dan Magajerial Grid.
1. Model
Ohio State
Model
ini di kembangkan oleh anggota staf dan Ohio State Leadership Studies (La Monica, 1986). Model ini mengandung
dua komponen prilaku memimpin, setruktur prakarsa dan pertimbangan.
Struktur
prakasa menggambarkan upaya pemimpin untuk melakukan pengorganisasian dn
mendefinisikan kegiatan para anggota kelompok beserta peran yang diembannya.
Sedangkan pertimbangan, sebagai komponen kedua dalam model ini, melibatkan
komunikasi dua arah untuk menjawab kebutuhan kelompok melalui menanyakan
pendapat, keyakinan, dan keinginan.
2. Kepemimpinan
Situasional
Teori ini dikembangkan oleh Harsey dan Blanchard (1997) yang merupakan pengembangan dari model
Ohio State. Secara visual model ini sama persis dengan model Ohio State, hanya
terjadi perubahan nama – nama yang terdapat pada masing–masing jendela. Dalam
metode ini, struktur prakarsa diganti atau setara dengan tugas dan pertimbangan
setara dengan hubungan atau relasi.
3.
Manajerial Grid
Model kepemimpinan ini dikembangkan oleh Blake dan Mouton (1978) yang pada tahun
1981 dengan Tapper mencoba model ini dalam keperawatan. Secara garis besar,
model ini terbagi dalam beberapa kisi – kisi yang terdiri atas lima gaya
kepemimpinan yang didasarkan pada suatu kombinasi kepedulian terhadap
produksi/tujuan institusi dan kepedulian terhadap orang. Terdapat Sembilan
skala yang setiap komponennya bergerak dan skala terendah (1) ke skala
tertinggi (9).
H.
PERAN
DAN FUNGSI KEPALA RUANG
1.
PERAN
Adapun
tanggung jawab kepala ruangan menurut Gillies
(1994) adalah peran kepala ruangan harus lebih peka terhadap anggaran rumah
sakit dan kualitas pelayanan keperawatan, bertanggung jawab terhadap hasil dari
pelayanan keperawatan yang berkwalitas, dan menghindari terjadinya kebosanan
perawat serta menghindari kemungkinan terjadinya saling melempar kesalahan.
2.
FUNGSI
Adapun
fungsi kepala ruangan menurut Marquis dan
Houston (2000) sebagai berikut:
1) Perencanaan
: dimulai dengan penerapan filosofi, tujuan, sasaran, kebijaksanaan, dan
peraturan – peraturan : membuat perencanaan jangka pendek dan jangka panjang
untuk mencapai visi, misi, dan tujuan, organisasi, menetapkan biaya – biaya
untuk setiap kegiatan serta merencanakan dan pengelola rencana perubahan.
2) Pengorganisasian:
meliputi pembentukan struktur untuk melaksanakan perencanaan, dan menetapkan
metode.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kepemimpinan merupakan suatu seni dan
proses untukmempengaruhi dan mengarahkan orang lain supaya mereka memiliki
motivasi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dalam situasi tertentu.
Kegiatan kepemimpinan dalam keperawatan mencakup cara mengarahkan, menunjukkan
jalan, menyupervisi, mengawasi tindakan anak buah, mengoordinasikan kegiatan
yang sedang atau akan dilakukan, dan mempersatukan usaha dan berbagai individu
yang memiliki karakteristik yang berbeda.
(Gillies, 1994)
Seorang
pemimpin yang efektif tidak akan menggunakan kelebihannya untuk menaklukkan
orang lain, namun justru digunakan untuk mendorong bawahannya dalam mencapai
tujuan sesuai dengan kemampuan yang ada.
(Kadarman & Udaya,
1994)
B.
SARAN
1. Seorang
pemimpin hendaknya mampu membimbing, mengarahkan dan mengayomi anggotanya tanpa
membedakan anara anggota yang satu dengan anggota yang lain
2. Dalam proses manajemn
keperwatan seharusnya melibatkan seluruh personil bukan hanya berpusat pada
pemimpin atau manajer.
3. Segala
keputusan yang dibuat harus dimusyawarahkan dan harus dapat diterima oleh semua
pihak dalam manajemen keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA
- Agus Kontoro.2010. Buku Ajar Manajemen Keperawatan.Yogyakarta:Nuha Medika.
- Suarli dkk.2002.Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis.Jakarta:Erlangga.
- dunia-askep.blogspot.com/konsep-manajemen-keperawatan.html)
4.
McLeold, Raymond, DKK.2009.sistem informasi manajemen.Jakarta:Salemba
Empat
5.
Yukl, Gary A.1998.Leader Ship in Organzations.Jakarta:Prenhallindo
6.
Dessler, Gary.1998.Human Resource Management.Jakarta:Prenhallindo
siti rifati
BalasHapussaya ingin bertanya gaya kepemimpinan kan adda Otokratik, Demokratik, dan Laizes faire. Naah... dari gaya kepemimpnan ittu gaya pemimpin manakah yang perlu dimiliki seorang pemimpin agar menjadi leadership yang profesional?????
saya TRI HESTI OKTAVIANI SK 109.193 ingin bertanya terdapat tiga model kepemimpinan yaitu model Ohio State, kepemimpina situasional, dan Magajerial Grid, tolong berikan masing2 contohnya terima kasih....
BalasHapussilviN Hendra (sk.109.169)
BalasHapusmenjawab :
gaya kepemimpinan yang baik dan profisional adalah apabila seorang pemimpin/leader dapat mengkolaborasikan ke tiga tipe tersebut.
sehingga mampu mengkondisikan gaya kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan dengan situasi yang ada
saya TRI WIJAYANTI SK 109.194 akan bertanya:
BalasHapusMenurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan 5 fungsi pokok kepemimpinan,yaitu:
§ Fungsi instruktif
§ Fungsi konsultatif
§ Fungsi partisipatif
§ Fungsi delegasi
§ Fungsi pengendalian
tolong berikan contoh masing2
SUCI MULYANI SK 109.184 akan bertanya contohkan leadership yang ideal yang baik kita contoh jika kita jadi leader esok,, makasih
BalasHapussilviN Hendra (sk.109.169)
BalasHapusmenjawab : tri hesti
1. model Ohio State :
- seorang pemimpin yang menggambarkan tugas anan buahny sehingga anak buahnya mengerti apa yang harus dilakukan. contoh ( karu yang menggambarkan tugas dan tanggung jawab seorang administrasi, tanggunjawab dan tugas seorang
kepala sip dan tanggung jawab perawat pelaksana, dll
- komunikasi dua arah,selain membri pengaraha pemimpin juga minta pendapat, keinginan anggotanya.
2.Kepemimpinan Situasional: ini sama dengan model Ohio state
- Tugas / mendeligasikan anakbuahnya, dengan memberi arahan dan gambaran akan tugas apa yg harus di lakukan para anggotanya.
- pertimbangan=relasi, memperhatikan pertimbangan atau masukan dari relasi/anak buahnya
ini jawaban dari saya, mungkin temen-temen ada jawaban lain.
saya siti marchamatun sk.109.172
BalasHapusingin mengajukan pertanyaaan ,apabila jika dirumah sakit ada perawat yang melakukan keteledoran/malpraktek terhadap pasien ,bagaimana sikap anda jika anda sebagai pemimpin dalam rumah sakit tersebut ????
1.Pemimpin yg mampu merencanakan kegiatan / rencana pekerjaan sehingga tujuan utamanya / tujuan organisasi terlaksana/tercapai dgn baik.
BalasHapus2.Mampu mengorganisasi para setaf dan anak buah sehingga mereka dapat bekerja sesuai dengan harapan.
3.Memotifasi para anak buahnya sehingga mereka dapat bekerja denga baik dan penuh semangat
4.Pemimpin yang mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal.
selain itu seorang pemimpin Harus AMANAH "JUJUR, BERTANGGUNGJAWAB dan DAPAT DI PERCAYA"
saya suryadi SK 109.187 ingin bertanya perbedaan tugas leader sama anggota apasi, n siapaa yang berwenang memberi sanksi pada leader,, makasih
BalasHapussaya TRI HESTI OKTAVIANI SK 109.193 ingin bertanya tentang pendapat kelompok anda apa menjadi leadership itu sulit atau mudah, dan berikan alasannya.... makasihh
BalasHapussaya siti marchamatun sk 109.172
BalasHapusingin bertanya , suatu menejemen ada pemimpin yang memimpin anggotanya,setiap pemimpin itu pasti melakukan perubahan-perubahan peraturan yang ada sedangkan melakukan suatu perubahan baru itu sulit bagi anggotanya yang saya tanyakan bagaimana cara pemimpin melakukan perubahan tersebut dan hambatan yang muncul
dalam melakukan perubahan ????
MATURNUWUN
silvian Hendra (109.169)
BalasHapusSuryadi : perbedaan lider dan anggota,
lider adalah sebagai pemimpin yang bertugas mengkordinir anak buahnya sehingga apa tujuannya tercapai. kemudian memotivasi anggotanya, mengawasi apa yang dilakukan anggotanya.dan bertaanggungjawab atas semua yang dilakukan anggotanya.Lider juga memberi wewenang/delagasi kepada anakbuhanya utuk melaksanankan tugas.
anggota : anggota bertugas menaati peraturan dan melaksanakan tugas sesuai dengan perintah dari atasannya.dan setiap anggota bertanggungjawab pada atasannya.
yang berwenang memberi sanksi pada lider adalah pengawas, atau undang-undang (peraturan yang telah dibuat bersama)
saya tri wijayanti sk 109.194 akan bertanya apa yang kalian tahu tentang leader, dan bagaimana leader itu jika tidak dihargai dan dihormati para anggotanya,,
BalasHapussaya tri hesti oktaviani sk 109.193 bertanya apasi pendapat anda tentang teori orang-orang besar, berikan contohnya makasih...
BalasHapussaya sigit palgunanto sk 109.168 akan bertanya tolong jelaskan apa yang dimaksud fungsi delegasi beri contoh,,
BalasHapussaya sri mujiyanti sk 109.181 akan bertanya tolong jelaskan tentang perceptive insight atau persepsi introspektif terima kasih,,
BalasHapussiti chaeriyah(sk.109.170)saya akan menanggapi pertanyaan dari sdr.sigit palgunanto ttg fungsi delegasi dan contohnya
BalasHapusdalam menjalankan fungsi delegasi,pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuat atau menetapkan keputusan.fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercyaan seseorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaannya untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggung jawab.fungsi pendelegasian ini,harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang diri.contohnya:misalnya seorang atasan mau pergi keluar kota dan banyak tugas yang belum diselesaikan dan dia mendelegasikan tugasnya kepada sekertarisnya atau orang yang dipercayainya yang bisa menghendel semua pekerjaannya.
gitu mz sigit.........
Tri wulan (sk.109.195),, ingin menjawab pertanyaan dari mbak katri trimakasih atas pertanyaannya,, :)
BalasHapusleader/kepemimpinan adalah suatu proses untuk mengarahkan orang lain supaya mereka memiliki motivasi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai di dalam institus.
jika seorang leader/pemimpin tidak dihargai atau dihormati oleh anggotanya maka yang harus pemimpin lakukan yaitu :
1. seorang Pemimpin harus dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi dan stake holder sehingga Dia dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik.
2. seorang Pemimpin harus dapat mempersatukan anggota teamnya. Salah satu konsep terpenting dari manajemen adalah bagaimana seorang Pemimpin dapat menjalankan rencana organisasinya serta mencapai target yang ditetapkan melalui orang lain.
3. pemimpin harus menyampaikan pikiran dan idenya kepada anggotanya.
4. memiliki prestasi, entah dalam akademis, jasmani, maupun rohani. usahakan dari pemimpin tersebut memiliki sesuatu yang bisa ditonjolkan atau dibanggakan dalam diri pemimpin tersebut.
5. Senyum, salam, sapa seorang pemimpin jika ingin dihargai dan dihormati oleh orang lain tentunya harus menghargai dan menghormati orang lain juga, maka seorang pemimpin perlu menerapkan senyum,salam, dan sapa untuk menjadi pemimpin yang baik, agar dihargai oleh orang lain.
6. fisik yang prima, maksud dari fisik yang prima ini tugas dari seorang pemimpin untuk membangun wibawa, kita harus memiliki tampilan fisik yang prima., yaitu bagaimana cara berpakaian,cara berbicara/komunikasi, dan berjalan.
begitu mbak katri jawaban dari saya ,,
bagaimana mbak katri.?????
assalamu'alaikum,,,,
BalasHapussiti mutmainah (sk.109174)
ingin mengajukan pertannyaan,
apakah kepemimpinan itu dipandang dari siapakah orang itu (kepribadiannya)atau apa yang dilakukannya (perilakunnya) jelaskan,,,,,,
maturnuhunnnnn........
suci dewi
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan dri sdr sri mujiyanti, persepsi introspektif ini merupakan salah satu kriteria dari seorang pemimpin yang artinya bahwa sorang pemimpin itu bisa memandang atau menilai dirinya sendiri sehingga ia bisa mengetahui apa sich kekuatan, kelemahan dan tujuan ia menjadi pemimpin...
suci dewi
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan dri sdr mutmainah, seorang pemimpin jelas sangat di pandang kepribadian dan perilakunya karena pemimpin dipilih sbg panutan yang baik bagi bawahannya atau anggota lainnya.
saya Sri nurhayati (SK.109.182)
BalasHapussekedar menambahi jwbn dari pertanyaan sdri mutmainah.
perilaku yg baik sbg contoh tauladan bagi karyawan memang sangat penting.
namun di era revormasi yg jd pemimpin bukan hny orang yg baik, akan tetapi jg ada x narapidana.
contoh yg sepele adalah ustad2 yg jebolan dari penjara,..
mereka memahami betapa menderitanya hdup dibalik jeruji besi, sehingga mereka mendapat pengalaman yg berharga.
mungkin itu yg bz saya tambahkan, :)
Zulfa Istati Mahardani (SK.109.221)
BalasHapusSaya akan menanggapi pertanyaan dari mbak siti mutmainah. menurut saya seorang pemimpin itu kepribadian dan juga perilakunya akan sangat dipandang, karena seorang pemimpin yang baik itu harus memberi contoh yang baik pada anggotanya
Weny Septianingrum
BalasHapusSK.109.206
Saya mau bertanya kpd kelompok 2
Di dalam gaya kepemimpinan ada 3 macam yaitu Otokrtik, Demokratik, dan Laizes faire,,, Adakah dampak dari masing2 gaya tersebut??
siti chaeriyah(sk.109.170)
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan dr srimujiyanti tentang perspektif intropektif adalah sebelum kita memberikan komentar atau arahan kepada orang lain kita lihat dulu dari diri sendiri atau instropeksi diri apa kita dah sesuai aturan misalnya pada cara kita berpakaian sopan,rapih,rajin atau tidak setelah kita menggangap diri kita itu sudah betul baru mengomentari oarang lain
gitu mb sri mujiyanti menurut saya.........
siti marchamatun (sk.109172)
BalasHapusmau tanya?....
bagaimana sikap anda jika mempunyai pemimpin yang kurang memahami aspirasi anda tolong jelaskan?.....
trima kasih....
Yuwienda Tyar Asmarani
BalasHapussk.109.215
Terima kasih atas pertanyaannya,
menurut saya, jika dalam suatu organisasi atau manajemen kita menemui pemimpin yang seperti itu hendaknya kita perlu menyikapi hal ini dengan sikap yang baik, yakni dengan menegur secara hormat dan mengkomunikasikan secara terbuka apa yang menjadi uneg2 kita selama ini, kalau pemimpin tersebut belum juga mau menyadari sikapnya lebih baik kita komunikasikan dengan pihak yang memilki wewenang lebih tinggi seperti contohnya : kepala bidang untuk memediasi atau memfasilitasi serta menyikapi masalah tersebut secara bijak.
Yuwienda Tyar Asmarani
BalasHapussk.109.215
Saya akan menanggapi pertanyaan dari mbak weny, sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya...
Tentunya dari masing2 gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan atau damapak negatif.
Dampak positif dari kepemimpinan yang otokratik yakni dapat melatih kedisiplinan para anggotanya, sedangkan untuk dampak negatifnya yakni dapat membuat anggotanya menunjukkan sikap kepatuhan semu atau palsu karena takut bukan karena hormat.
Dampak positif dari kepemimpinan yang demokratik yakni anggota dapat mengekspresikan diri atau bebas mengemukakan pendapat, sedangkan untuk dampak negatifnya anggota kurang disiplin dalam menjalankan tugasnya.
Dampak positif dari kepemimpinan yang laizes faire yakni anggota bebas berekspresi, pemimpin mudah melihat sejauh mana kemampuan anggotanya karena tugas sepenuhnya diberikan pada anggota. Sedangkan untuk dampak negatifnya yakni kurang patuhnya anggota terhadap pemimpin sehingga terkesan menyepelekan tugas yang diberikan, kurangnya kewibawaan dari seorang pemimpin.
Wirda Ro'ikhatut Tamamah
BalasHapusSK.109208
Saya akan menanggapi pertanyaan mb Hesti mudah atau tidak menjadi leader,,,menjadi leader itu gampang - gampang susah, tergantung dari individu masing masing, sesuai dengan kemantapan,keyakinan kita, kalau kita sudah yakin,optimis "saya bisa" semua akan berjalan dengan mudah, tetapi kalau dari awal kita sudah pesimis, tidak yakin nantinya kita menjalankan peran sebagai leader itu juga akan terasa sulit.
SRI BIDAYATI
BalasHapusSK 109.180
apabila dalam suatu organisasi yang anda pimpin terjadi rabble hipothesys, bagaimanakah sikap anda ?? serta langkah seperti apa yang akan anda ambil untuk menyelesaikan masalah tersebut?
zaenal arifin > bertanya sikap pemimpin yaang ideal tu harus bagai mana menurut kelompok kalia,,,,,,
BalasHapus