Sabtu, 17 Desember 2011

LEADERSHIP

MAKALAH KONSEP DASAR LEADERSHIP
DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MODUL MANAJEMEN KEPERAWATAN I
Dosen pengampu :Andriyani Mustika, S.kep.Ns
Logo%20STEKES%20KENDAL
Di susun oleh:
Kelompok 2
1.        SILVIAN HENDRA FENDIANTOKO             (SK.109.169)
2.        SITI CHAERIYAH                                            (SK.109.170)
3.        SRI NURHAYATI                                             (SK.109.182)
4.        SUCI DEWI RAHAYU                                     (SK.109.183)
5.        TRI WULAN                                                     (SK.109.195)
6.        TRI YULIONO                                                  (SK.109.196)
7.        WIRDA RO’IKHATUT TAMAMAH                 (SK.109.208)
8.        YUWIENDA TYAR ASMARANI                      (SK.109.215)
9.        ZULFA ISTATI MAHARDANI                           (SK.109.221)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL
2011

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya yang dilimpahkan kepada kami sehingga kami dapat melaksanakan tugas membuat makalah ini walaupun sangat sederhana.
Tujuan membuat makalah ini guna melengkapi salah satu tugas mata kuliah Modul  Manajemen Keperawatan. Disamping itu juga menambah pengetahuan tentang manajemen keperawatan.
Dalam kesempatan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada :
  1. Tuhan YME.
  2. Ibu Andriyani Mustika, S.Kep.,Ns. dan Tim selaku koordinator dosen pengampu mata kuliah Manajemen Keperawatan.
  3. Serta teman-teman yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.

Kami percaya bahwa dalam menyusun makalah ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan. Maka dari itu kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca semua.

Kendal, 16 Desember 2011

Penyusun








BAB I
LATAR BELAKANG

       A.     PENDAHULUAN
Manajer adalah seorang yang mempunyai wewenang untuk memerintah orang lain. Seorang manajer dalam menjalankan pekerjaan dan tanggung jawabnya menggunakan bantuan orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, ia perlu memimpin pegawai, karyawan, pekerja, atau apapun sebutannya. Tidak setiap orang yang ditunjuk sebagai pemimpin bisa menjalankan pekerjaan dengan baik. Selain itu, tidak setiap pemimpin dapat menjadi pemimpin yang baik.
Kepemimpinan pada dasarnya bersifat subjektif, dalam arti sempit “tidak dapat diukur secara objektif”, dan dalam arti yang sangat luas “ tidak didapat dari atau diajarkan disekolah”. Kepemimpinan adalah kemauan memberi inspirasi kepada orang lain untuk bekerja sama sebagai suatu kelompok agar dapat mencapai tujuan umum. Kemampuan memimpin diperoleh dari pengalaman hidup sehari – hari. Pengertian lain tentang kepemimpinan ialah segala hal yang bersangkutan dengan pemimpin dalam menggerakkan, membimbing, dan mengarahkan orang lain agar melaksanakan tugas dan mewujudkan sasaran yang ditetapkan.
(LAN RI, 1996)
Banyak pendapat yang berbeda – beda, tentang apa yang dimaksud dengan pemimpin yang baik. Demikian juga tentang apa yang menjadi kewajiban setiap pemimpin. Namun demikian, dapat diambil arti persamaannya, yaitu bahwa setiap pemimpin mempunyai kewajiban untuk mencapai tujuan organisasi atau institusi dan memberi perhatian terhadap kebutuhan para karyawan bawahannya.
(S.Suarli hal 20)
A.    TUJUAN PENULISAN
            1.      Mahasiswa mampu mengerti dan memahami konsep leadership/kepemimpinan secara umum.
       2.      Mahasiswa mampu menegrti dan memahami konsep leadership/kepemimpinan dalam proses manajemen keperawatan.
        3.      Mahasiswa mampu menganalisa gaya kepemimpinan yang biak dalam proses manajemen keperawatan.
      4.      Mahasiswa mampu mengaplikasikan atau menerapkan gaya kepemimpinan yang baik dalam proses manajemen keperawatan.



 
BAB II
PEMBAHASAN
LEADERSHIP (KEPEMIMPINAN)
A.    DEFINISI
Kepemimpinan adalah kemampuan memberi inspirasi kepada orang lain untuk bekerja sama sebagai suatu kelompok, agar dapat mencapai suatu tujuan umum. (LAN RI, 1996)
Kepemimpinan adalah sebuah hubungan ketika satu pihak memiliki kemampuan lebih besar untuk menunjukan dan memepengaruhi orang lain. (Gillies, 1994)
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas – aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal). (Hemhill & Coons, 1957)
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi ke arah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu. (Tannenbaum, Weschler &Massarik,1961)
B.     TEORI KEPEMIMPINAN
1.       Teori kepemimpinan sifat (Trait theory)
Analisis imliah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama di Yunani kuno dan di Romawi yang bernggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan bukannya diciptakan.
Dalam perkembangan, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir piskologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya tidak dilahirkan, akan tetapi juga dapat di capai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
2.      teori kepemimpinan perilaku dan situasi
Berdasarkan penelitian perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memilki kecenderungan kea rah 2 hal :
§  Konsiderasi yaitu kecenderungan pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh membela bawahan, member masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
§  Struktur inisiasi yaitu kecenderungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan dan hasil apa yang akan dicapai.
Jadi berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi juga. Kemudian juga timbul teori kepemimpinan situasi dimana seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik fan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
3.      Teori kontingensi
Teori ini menyatakan bahwa tidak ada satu system manajemen yang optimum, system tergantung pada tempat perubahan lingkungannya. System ini disebut system organic (sebagai lawan system mekanistik), pada system ini mempunyai beberapa cirri :
§  Substansinya adalah manusia bukan tugas
§  Kurang menekankan hirarki
§  Pengendalian diri sendiri, penyesuaian bersama
§  Struktur saling berhbungan, fleksibel dalam bentuk kelompok
§  Kebersamaan dalam nilai, kepercayaan dan norma
4.      Teori behavioristik
      Behaviorisme merupakan salah aliran psikoloki ynag memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmania dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasan individu dalam suatu belajar. Pendekatan ini menekankan bahwa manajemen yang efektif bila ada pemahaman tentang pekerja lebih berorientasi pad manusia sebagai pelaku.
5.      Teori humanistic
Teori ini menekankan pada prinsip kemanusiaan. Teor humanistic biasanya dicirikan dengan adanya Susana saling menghargai dan adanya kebebasan. Teori ini secara umum berpendapat, secara alamiah manusia merupakan “motivated organism”. Orgnaisasi memiliki stuktur dan system control tertentu. Fungsi kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk merealisaskan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok.
(Blanchard & Zigarmi, 2001)
C.    KRITERIA PEMIMPIN
Pemimpin yang berkualitas harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
  • Mempunyai keinginan untuk menerima tanggung jawab
  • Mempunyai kemampuan untuk perceptive insight atau persepsi introspektif
  • Mempunyai kemampuan untuk menentukan priorotas
  • Mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi
(S.Suarli, hal 23)
Menurut R.L.Khan mengemukaaan bahwa seorang pemimpin menjalankan pekerjaannya dengan baik bila :
   §  Memberikan kepuasan kebutuhan langsung para bawahannya.
   §  Menyusun jalur pencapaian tujuan
   §  Menghilangkan hambatan – hambatan pencapaian tujuan
   §  Mengubah tujuan karyawan sehingga tujuan mereka bisa berguna secara organisatoris.

D.    PERAN DAN FUNGSI PEMIMPIN
            1.      PERAN
Kegiatan kepemimpinan dalam keperawatan mencakup banyak hal. Kegiatan tersebut mencakup cara mengarahkan, menunjukkan jalan, menyupervisi, mengawasi tindakan anak buah, mengoordinasikan kegiatan yang sedang atau akan dilakukan, dan mempersatukan usaha dan berbagai individu yang memiliki karakteristik yang berbeda (Gillies,1994). (Dengan demikian, kegiatan kepemimpinan selalu bersinggungan dengan kegiatan dalam manajemen.
Brosten, Hayman dan Naylor (1979) menyebutkan bahwa kegiatan kepemimpinan paling sedikit mencakup 4 hal yang terkait dengan kegiatan manajerial, yaitu perencanaan, pengorganisasian, motivasi, dan pengendalian.
             2.      FUNGSI
Menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan 5 fungsi pokok kepemimpinan,yaitu:
§  Fungsi instruktif
Pemimpin berfungsi sebagai komunikastor yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara menjalankan perintah), bila mana (waktu memulai, melaksanakan, dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah.
§  Fungsi konsultatif
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebgai komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam usahan menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang – orang yang dipimpinnya
§  Fungsi partisipatif
Dalam menjalankanufngsi artisipatif pemimpin berusaha mengaktifkan ornag – orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas – tugas pokok, sesuai dengan posisi masing – masing.
§  Fungsi delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegasi pemimpin memberikan pelimpahan wewenag membuat atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan seorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggung jawab.
§  Fungsi pengendalian
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal.dalam melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan.
E.     WEWENANG KEPEMIMPINAN
Agar seorang pemimpin bisa mencapai tujuan secara efektif, ia harus mempunyai wewenang untuk memimpin para staf dalam usaha mencapai tujuan tersebut. Wewenang ini disebut wewenang kepemimpinan, yaitu, hak untuk bertindak atau mempengaruhi tibgkah laku orang yang dipimpinnya. Wewenang kepemimpinan didapat dari luar diri pemimpin itu.
Secara umum, ada dua konsep pemberian konsep kepemimpinan dilihat dari arahnya, yaitu dari atas dan dari bawah. Wewenang dari atas umumnya berasal dari atasan, misalnya seorang direktur rumah sakit menunjuk seorang perawat yang dinali mampu untuk menjadi kepala bagian perawatan dan kemudian diberi wewenang untuk memerintah. Cara demikian ini disebut “top-down authority, atau kewenangan dari atas ke bawah.
Konsep yang kedua adalah “bottom-up authority”, atau kewenangan dari bawah ke atas, yang berdasarkan teori penerimaan (receptance theory). Pada konsep ini, pemimpin dipilih oleh mereka yang akan menjadi bawannya. Apabila seseorang diterima sebagai pemimpin dan diberi wewenang untuk memimpin, maka para bawahan akan menghargai wewenang tersebut. Pemimpin tersebut bisa juga merupakan seorang wakil yang mewakili nilai – nilai yang mereka anggap penting.
(S.Suarli, hal 22)
F.     GAYA KEPEMIMPINAN
  • Otokratik: berorientasi pada tugas menggunakan jabatan dan kekuatan pribadinya untuk mencapai tujuan. Seorang pemimpin yang menggunakan gaya ini biasanya akan menentukan semua keputusan yang berkaitan dengan seluruh kegiatan dan memerintahkan  seluruh anggotanya untuk mematuhi dan melaksanakannya.
  • Demokratik : melibatkan kelompok dalam pengambilan keputusan dan memberikan tanggung jawab pada para karyawannya. Pemimipin dengan tipe ini akan menghargai karaktristik dan kemampuan yang ada pada kryawannya serta menggunakan kekuatan pribadi dan jabatangnya untuk menarik ide-ide para karyawanya.
  • Laizes faire: kepemimpinan membiarkan artinya pemimpin melepaskan tanggung jawabnya meninggalkan karyawan tanpa arah, supervisi dan koordinasi yang jelas serta memmaksa karyawan untuk membuat perencanaan, mengimplementasikannya, dan menilainya menurut apa yang mereka rasakan tepat tanpa adanya suatu standar yang jelas. Dalam kondisi tertentu pemimpin hanya berfungsi sebagai fasilitator.
(Gillies, 1994 dan La Monica,1986)
Menurut William C. Miller dalam buku Creative Edge
§  Memerintah (tell) contohnya “berdasarkan keputusan saya, ini adalah apa yang saya ingin anda lakukan”
§  Membujuk (sell) contohnya “Berdasarkan keputusan, saya ingin anda lakukuakan, karena .........”
§  Berkonsultasi (consul). Contohnya” Sebelum saya membuat kepyutusan saya menginginkan masukan dari anda.”
§  Meminta Partisipasi ( partisipative) contoh “ Kita perlu membuat suatu ke potudan bersama.”
§  Memdelegasikan (delegate) contoh “ Anda saja yang membuat keputusaan”

G.    MODEL KEPEMIMPINAN
Terdapat tiga model kepemimpinan yaitu model Ohio State, kepemimpina situasional, dan Magajerial Grid.
1.      Model Ohio State
Model ini di kembangkan oleh anggota staf dan Ohio State Leadership Studies (La Monica, 1986). Model ini mengandung dua komponen prilaku memimpin, setruktur prakarsa dan pertimbangan.
Struktur prakasa menggambarkan upaya pemimpin untuk melakukan pengorganisasian dn mendefinisikan kegiatan para anggota kelompok beserta peran yang diembannya. Sedangkan pertimbangan, sebagai komponen kedua dalam model ini, melibatkan komunikasi dua arah untuk menjawab kebutuhan kelompok melalui menanyakan pendapat, keyakinan, dan keinginan.
2.      Kepemimpinan Situasional
Teori ini dikembangkan oleh Harsey dan Blanchard (1997) yang merupakan pengembangan dari model Ohio State. Secara visual model ini sama persis dengan model Ohio State, hanya terjadi perubahan nama – nama yang terdapat pada masing–masing jendela. Dalam metode ini, struktur prakarsa diganti atau setara dengan tugas dan pertimbangan setara dengan hubungan atau relasi.
3.      Manajerial Grid
Model kepemimpinan ini dikembangkan oleh Blake dan Mouton (1978) yang pada tahun 1981 dengan Tapper mencoba model ini dalam keperawatan. Secara garis besar, model ini terbagi dalam beberapa kisi – kisi yang terdiri atas lima gaya kepemimpinan yang didasarkan pada suatu kombinasi kepedulian terhadap produksi/tujuan institusi dan kepedulian terhadap orang. Terdapat Sembilan skala yang setiap komponennya bergerak dan skala terendah (1) ke skala tertinggi (9).
H.    PERAN DAN FUNGSI KEPALA RUANG
1.      PERAN
Adapun tanggung jawab kepala ruangan menurut Gillies (1994) adalah peran kepala ruangan harus lebih peka terhadap anggaran rumah sakit dan kualitas pelayanan keperawatan, bertanggung jawab terhadap hasil dari pelayanan keperawatan yang berkwalitas, dan menghindari terjadinya kebosanan perawat serta menghindari kemungkinan terjadinya saling melempar kesalahan.
2.      FUNGSI
Adapun fungsi kepala ruangan menurut Marquis dan Houston (2000) sebagai berikut:
1)      Perencanaan : dimulai dengan penerapan filosofi, tujuan, sasaran, kebijaksanaan, dan peraturan – peraturan : membuat perencanaan jangka pendek dan jangka panjang untuk mencapai visi, misi, dan tujuan, organisasi, menetapkan biaya – biaya untuk setiap kegiatan serta merencanakan dan pengelola rencana perubahan.
2)      Pengorganisasian: meliputi pembentukan struktur untuk melaksanakan perencanaan, dan menetapkan metode.


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Kepemimpinan merupakan suatu seni dan proses untukmempengaruhi dan mengarahkan orang lain supaya mereka memiliki motivasi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dalam situasi tertentu. Kegiatan kepemimpinan dalam keperawatan mencakup cara mengarahkan, menunjukkan jalan, menyupervisi, mengawasi tindakan anak buah, mengoordinasikan kegiatan yang sedang atau akan dilakukan, dan mempersatukan usaha dan berbagai individu yang memiliki karakteristik yang berbeda.
(Gillies, 1994)
Seorang pemimpin yang efektif tidak akan menggunakan kelebihannya untuk menaklukkan orang lain, namun justru digunakan untuk mendorong bawahannya dalam mencapai tujuan sesuai dengan kemampuan yang ada.
(Kadarman & Udaya, 1994)
B.     SARAN
1.      Seorang pemimpin hendaknya mampu membimbing, mengarahkan dan mengayomi anggotanya tanpa membedakan anara anggota yang satu dengan anggota yang lain
2.      Dalam proses manajemn keperwatan seharusnya melibatkan seluruh personil bukan hanya berpusat pada pemimpin atau manajer.
3.      Segala keputusan yang dibuat harus dimusyawarahkan dan harus dapat diterima oleh semua pihak dalam manajemen keperawatan.





DAFTAR PUSTAKA
  1. Agus Kontoro.2010. Buku Ajar Manajemen Keperawatan.Yogyakarta:Nuha Medika.
  2. Suarli dkk.2002.Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis.Jakarta:Erlangga.
  3. dunia-askep.blogspot.com/konsep-manajemen-keperawatan.html)
4.      McLeold, Raymond, DKK.2009.sistem informasi manajemen.Jakarta:Salemba Empat
5.      Yukl, Gary A.1998.Leader Ship in Organzations.Jakarta:Prenhallindo
6.      Dessler, Gary.1998.Human Resource Management.Jakarta:Prenhallindo

31 komentar:

  1. siti rifati
    saya ingin bertanya gaya kepemimpinan kan adda Otokratik, Demokratik, dan Laizes faire. Naah... dari gaya kepemimpnan ittu gaya pemimpin manakah yang perlu dimiliki seorang pemimpin agar menjadi leadership yang profesional?????

    BalasHapus
  2. saya TRI HESTI OKTAVIANI SK 109.193 ingin bertanya terdapat tiga model kepemimpinan yaitu model Ohio State, kepemimpina situasional, dan Magajerial Grid, tolong berikan masing2 contohnya terima kasih....

    BalasHapus
  3. silviN Hendra (sk.109.169)
    menjawab :
    gaya kepemimpinan yang baik dan profisional adalah apabila seorang pemimpin/leader dapat mengkolaborasikan ke tiga tipe tersebut.

    sehingga mampu mengkondisikan gaya kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan dengan situasi yang ada

    BalasHapus
  4. saya TRI WIJAYANTI SK 109.194 akan bertanya:
    Menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan 5 fungsi pokok kepemimpinan,yaitu:
    § Fungsi instruktif
    § Fungsi konsultatif
    § Fungsi partisipatif
    § Fungsi delegasi
    § Fungsi pengendalian
    tolong berikan contoh masing2

    BalasHapus
  5. SUCI MULYANI SK 109.184 akan bertanya contohkan leadership yang ideal yang baik kita contoh jika kita jadi leader esok,, makasih

    BalasHapus
  6. silviN Hendra (sk.109.169)
    menjawab : tri hesti

    1. model Ohio State :
    - seorang pemimpin yang menggambarkan tugas anan buahny sehingga anak buahnya mengerti apa yang harus dilakukan. contoh ( karu yang menggambarkan tugas dan tanggung jawab seorang administrasi, tanggunjawab dan tugas seorang
    kepala sip dan tanggung jawab perawat pelaksana, dll
    - komunikasi dua arah,selain membri pengaraha pemimpin juga minta pendapat, keinginan anggotanya.
    2.Kepemimpinan Situasional: ini sama dengan model Ohio state
    - Tugas / mendeligasikan anakbuahnya, dengan memberi arahan dan gambaran akan tugas apa yg harus di lakukan para anggotanya.
    - pertimbangan=relasi, memperhatikan pertimbangan atau masukan dari relasi/anak buahnya

    ini jawaban dari saya, mungkin temen-temen ada jawaban lain.

    BalasHapus
  7. saya siti marchamatun sk.109.172

    ingin mengajukan pertanyaaan ,apabila jika dirumah sakit ada perawat yang melakukan keteledoran/malpraktek terhadap pasien ,bagaimana sikap anda jika anda sebagai pemimpin dalam rumah sakit tersebut ????

    BalasHapus
  8. 1.Pemimpin yg mampu merencanakan kegiatan / rencana pekerjaan sehingga tujuan utamanya / tujuan organisasi terlaksana/tercapai dgn baik.
    2.Mampu mengorganisasi para setaf dan anak buah sehingga mereka dapat bekerja sesuai dengan harapan.
    3.Memotifasi para anak buahnya sehingga mereka dapat bekerja denga baik dan penuh semangat
    4.Pemimpin yang mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal.

    selain itu seorang pemimpin Harus AMANAH "JUJUR, BERTANGGUNGJAWAB dan DAPAT DI PERCAYA"

    BalasHapus
  9. saya suryadi SK 109.187 ingin bertanya perbedaan tugas leader sama anggota apasi, n siapaa yang berwenang memberi sanksi pada leader,, makasih

    BalasHapus
  10. saya TRI HESTI OKTAVIANI SK 109.193 ingin bertanya tentang pendapat kelompok anda apa menjadi leadership itu sulit atau mudah, dan berikan alasannya.... makasihh

    BalasHapus
  11. saya siti marchamatun sk 109.172

    ingin bertanya , suatu menejemen ada pemimpin yang memimpin anggotanya,setiap pemimpin itu pasti melakukan perubahan-perubahan peraturan yang ada sedangkan melakukan suatu perubahan baru itu sulit bagi anggotanya yang saya tanyakan bagaimana cara pemimpin melakukan perubahan tersebut dan hambatan yang muncul
    dalam melakukan perubahan ????

    MATURNUWUN

    BalasHapus
  12. silvian Hendra (109.169)

    Suryadi : perbedaan lider dan anggota,
    lider adalah sebagai pemimpin yang bertugas mengkordinir anak buahnya sehingga apa tujuannya tercapai. kemudian memotivasi anggotanya, mengawasi apa yang dilakukan anggotanya.dan bertaanggungjawab atas semua yang dilakukan anggotanya.Lider juga memberi wewenang/delagasi kepada anakbuhanya utuk melaksanankan tugas.
    anggota : anggota bertugas menaati peraturan dan melaksanakan tugas sesuai dengan perintah dari atasannya.dan setiap anggota bertanggungjawab pada atasannya.

    yang berwenang memberi sanksi pada lider adalah pengawas, atau undang-undang (peraturan yang telah dibuat bersama)

    BalasHapus
  13. saya tri wijayanti sk 109.194 akan bertanya apa yang kalian tahu tentang leader, dan bagaimana leader itu jika tidak dihargai dan dihormati para anggotanya,,

    BalasHapus
  14. saya tri hesti oktaviani sk 109.193 bertanya apasi pendapat anda tentang teori orang-orang besar, berikan contohnya makasih...

    BalasHapus
  15. saya sigit palgunanto sk 109.168 akan bertanya tolong jelaskan apa yang dimaksud fungsi delegasi beri contoh,,

    BalasHapus
  16. saya sri mujiyanti sk 109.181 akan bertanya tolong jelaskan tentang perceptive insight atau persepsi introspektif terima kasih,,

    BalasHapus
  17. siti chaeriyah(sk.109.170)saya akan menanggapi pertanyaan dari sdr.sigit palgunanto ttg fungsi delegasi dan contohnya

    dalam menjalankan fungsi delegasi,pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuat atau menetapkan keputusan.fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercyaan seseorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaannya untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggung jawab.fungsi pendelegasian ini,harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang diri.contohnya:misalnya seorang atasan mau pergi keluar kota dan banyak tugas yang belum diselesaikan dan dia mendelegasikan tugasnya kepada sekertarisnya atau orang yang dipercayainya yang bisa menghendel semua pekerjaannya.

    gitu mz sigit.........

    BalasHapus
  18. Tri wulan (sk.109.195),, ingin menjawab pertanyaan dari mbak katri trimakasih atas pertanyaannya,, :)

    leader/kepemimpinan adalah suatu proses untuk mengarahkan orang lain supaya mereka memiliki motivasi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai di dalam institus.
    jika seorang leader/pemimpin tidak dihargai atau dihormati oleh anggotanya maka yang harus pemimpin lakukan yaitu :
    1. seorang Pemimpin harus dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi dan stake holder sehingga Dia dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik.
    2. seorang Pemimpin harus dapat mempersatukan anggota teamnya. Salah satu konsep terpenting dari manajemen adalah bagaimana seorang Pemimpin dapat menjalankan rencana organisasinya serta mencapai target yang ditetapkan melalui orang lain.
    3. pemimpin harus menyampaikan pikiran dan idenya kepada anggotanya.
    4. memiliki prestasi, entah dalam akademis, jasmani, maupun rohani. usahakan dari pemimpin tersebut memiliki sesuatu yang bisa ditonjolkan atau dibanggakan dalam diri pemimpin tersebut.
    5. Senyum, salam, sapa seorang pemimpin jika ingin dihargai dan dihormati oleh orang lain tentunya harus menghargai dan menghormati orang lain juga, maka seorang pemimpin perlu menerapkan senyum,salam, dan sapa untuk menjadi pemimpin yang baik, agar dihargai oleh orang lain.
    6. fisik yang prima, maksud dari fisik yang prima ini tugas dari seorang pemimpin untuk membangun wibawa, kita harus memiliki tampilan fisik yang prima., yaitu bagaimana cara berpakaian,cara berbicara/komunikasi, dan berjalan.
    begitu mbak katri jawaban dari saya ,,
    bagaimana mbak katri.?????

    BalasHapus
  19. assalamu'alaikum,,,,
    siti mutmainah (sk.109174)

    ingin mengajukan pertannyaan,
    apakah kepemimpinan itu dipandang dari siapakah orang itu (kepribadiannya)atau apa yang dilakukannya (perilakunnya) jelaskan,,,,,,

    maturnuhunnnnn........

    BalasHapus
  20. suci dewi
    saya akan menjawab pertanyaan dri sdr sri mujiyanti, persepsi introspektif ini merupakan salah satu kriteria dari seorang pemimpin yang artinya bahwa sorang pemimpin itu bisa memandang atau menilai dirinya sendiri sehingga ia bisa mengetahui apa sich kekuatan, kelemahan dan tujuan ia menjadi pemimpin...

    BalasHapus
  21. suci dewi
    saya akan menjawab pertanyaan dri sdr mutmainah, seorang pemimpin jelas sangat di pandang kepribadian dan perilakunya karena pemimpin dipilih sbg panutan yang baik bagi bawahannya atau anggota lainnya.

    BalasHapus
  22. saya Sri nurhayati (SK.109.182)

    sekedar menambahi jwbn dari pertanyaan sdri mutmainah.
    perilaku yg baik sbg contoh tauladan bagi karyawan memang sangat penting.
    namun di era revormasi yg jd pemimpin bukan hny orang yg baik, akan tetapi jg ada x narapidana.

    contoh yg sepele adalah ustad2 yg jebolan dari penjara,..
    mereka memahami betapa menderitanya hdup dibalik jeruji besi, sehingga mereka mendapat pengalaman yg berharga.

    mungkin itu yg bz saya tambahkan, :)

    BalasHapus
  23. Zulfa Istati Mahardani (SK.109.221)
    Saya akan menanggapi pertanyaan dari mbak siti mutmainah. menurut saya seorang pemimpin itu kepribadian dan juga perilakunya akan sangat dipandang, karena seorang pemimpin yang baik itu harus memberi contoh yang baik pada anggotanya

    BalasHapus
  24. Weny Septianingrum
    SK.109.206
    Saya mau bertanya kpd kelompok 2
    Di dalam gaya kepemimpinan ada 3 macam yaitu Otokrtik, Demokratik, dan Laizes faire,,, Adakah dampak dari masing2 gaya tersebut??

    BalasHapus
  25. siti chaeriyah(sk.109.170)


    saya akan menjawab pertanyaan dr srimujiyanti tentang perspektif intropektif adalah sebelum kita memberikan komentar atau arahan kepada orang lain kita lihat dulu dari diri sendiri atau instropeksi diri apa kita dah sesuai aturan misalnya pada cara kita berpakaian sopan,rapih,rajin atau tidak setelah kita menggangap diri kita itu sudah betul baru mengomentari oarang lain

    gitu mb sri mujiyanti menurut saya.........

    BalasHapus
  26. siti marchamatun (sk.109172)
    mau tanya?....
    bagaimana sikap anda jika mempunyai pemimpin yang kurang memahami aspirasi anda tolong jelaskan?.....
    trima kasih....

    BalasHapus
  27. Yuwienda Tyar Asmarani
    sk.109.215

    Terima kasih atas pertanyaannya,
    menurut saya, jika dalam suatu organisasi atau manajemen kita menemui pemimpin yang seperti itu hendaknya kita perlu menyikapi hal ini dengan sikap yang baik, yakni dengan menegur secara hormat dan mengkomunikasikan secara terbuka apa yang menjadi uneg2 kita selama ini, kalau pemimpin tersebut belum juga mau menyadari sikapnya lebih baik kita komunikasikan dengan pihak yang memilki wewenang lebih tinggi seperti contohnya : kepala bidang untuk memediasi atau memfasilitasi serta menyikapi masalah tersebut secara bijak.

    BalasHapus
  28. Yuwienda Tyar Asmarani
    sk.109.215

    Saya akan menanggapi pertanyaan dari mbak weny, sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya...
    Tentunya dari masing2 gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan atau damapak negatif.

    Dampak positif dari kepemimpinan yang otokratik yakni dapat melatih kedisiplinan para anggotanya, sedangkan untuk dampak negatifnya yakni dapat membuat anggotanya menunjukkan sikap kepatuhan semu atau palsu karena takut bukan karena hormat.

    Dampak positif dari kepemimpinan yang demokratik yakni anggota dapat mengekspresikan diri atau bebas mengemukakan pendapat, sedangkan untuk dampak negatifnya anggota kurang disiplin dalam menjalankan tugasnya.

    Dampak positif dari kepemimpinan yang laizes faire yakni anggota bebas berekspresi, pemimpin mudah melihat sejauh mana kemampuan anggotanya karena tugas sepenuhnya diberikan pada anggota. Sedangkan untuk dampak negatifnya yakni kurang patuhnya anggota terhadap pemimpin sehingga terkesan menyepelekan tugas yang diberikan, kurangnya kewibawaan dari seorang pemimpin.

    BalasHapus
  29. Wirda Ro'ikhatut Tamamah
    SK.109208

    Saya akan menanggapi pertanyaan mb Hesti mudah atau tidak menjadi leader,,,menjadi leader itu gampang - gampang susah, tergantung dari individu masing masing, sesuai dengan kemantapan,keyakinan kita, kalau kita sudah yakin,optimis "saya bisa" semua akan berjalan dengan mudah, tetapi kalau dari awal kita sudah pesimis, tidak yakin nantinya kita menjalankan peran sebagai leader itu juga akan terasa sulit.

    BalasHapus
  30. SRI BIDAYATI
    SK 109.180

    apabila dalam suatu organisasi yang anda pimpin terjadi rabble hipothesys, bagaimanakah sikap anda ?? serta langkah seperti apa yang akan anda ambil untuk menyelesaikan masalah tersebut?

    BalasHapus
  31. zaenal arifin > bertanya sikap pemimpin yaang ideal tu harus bagai mana menurut kelompok kalia,,,,,,

    BalasHapus